Lampu Merah Demokrasi


Jika penguasa menunjukan kebusukannya, maka semakin banyak pemilih tidak menggunakan hak suaranya.Akibatnya malah melahirkan pendidikan politik pragmatis terlebih lagi politik apatis.

Pemilihan umum semakin dekat, pesta demokrasi ini akan dimulai tahun 2014. Perubahan untuk Indonesia baru segera datang. Kalimat “ceria” ini seperti kamuflase demokrasi yang menipu dan membuai harapan banyak penduduk Indonesia. Nyatanya rakyat semakin terbuka pikirannya tatkala melihat kebohongan melalui media. Beberapa media memberitakan masalah yang dialami sebagian politisi yang terjerat kasus baik itu korupsi maupun kasus lain.

Hasil survei tingkat pemilih tidak dapat begitu saja dinafikan, melihat banyaknya rakyat yang lebih aktif menjadi golongan putih daripada warna lain. Masyarakat dan kebanyakan mungkin kalangan menengah tidak akan memberikan hak politiknya pada Pemilu 2014. Ada beberapa penyebabnya; Pertama, manipulasi Pemilu sebagai alat pembunuh demokrasi sendiri dengan terus menonjolkan para Caleg karbitan pencari kerja bukan mengabdi. Kedua, partai politik terbukti tidak mampu mengakomodir kadernya menjadi wakil yang mewakili konstituennya, namun lebih mewakili partainya sehingga mereka sendiri tidak tau mewakili siapa.

Jika para wakil tersebut mewakili rakyat, pertanyaannya rakyat yang mana? Ironi melihat anehnya proses demokrasi di Indonesia, para Caleg mencalonkan diri dari Dapil X, sementara domisili di Jakarta. Ada pembodohan politik, bukan pendidikan politik yang terjadi. Bagaimana para Caleg ini mengetahui tuntutan rakyat Dapil X jika sehari-hari tinggal di Jakarta? Jika menggunakan agenda reses yang hanya sejenak, sungguh tidak mungkin dapat menjelaskan permasalahan sebenarnya di suatu daerah.

Data memberikan tingkat pemilih semakin berkurang setiap agenda Pilkada di daerah. Dari data tahun 2008 sampai 2013, NTT 80,47 persen menjadi 78 persen, Jabar 67,31 persen menjadi 63 persen, dan yang paling terendah adalah Sumut dari 59,13 persen menjadi 48,5 persen penduduk yang memberikan hak politiknya pada Pilgubsu kemarin.

Banyak aspek yang dinafikan dalam hal ini, kedaulatan rakyat semakin disingkirkan, jika asumsi calon pemilih di Sumut 100 persen maka kedaulatan rakyat minimal di atas 50 persen. Namun data menunjukan hanya 48 persen pemilih yang memberikan suaranya. Ada pembangkangan terhadap kedaulatan rakyat yang dilapisi kata demokrasi di dalamnya.

Tingkat pemilih secara nasional juga mengalami kemerosotan tajam dari tahun ke tahun. Dari tahun 2006 (75,35 persen), 2007 (70,16 persen), 2008 (68,23 persen), 2010 (67,72 persen), 2011 (71,78 persen), 2012 (68,48 persen) dan 2013 (65,63 persen). Sungguh angka yang semakin kecil dan kedaulatan rakyat juga terus digerus demokrasi yang tidak berbatas.

Kekuatan Politik Baru

Jika para pemilih menunjukan tren negatif dan defisit, maka yang lahir adalah kekuatan politik baru, yaitu politik apatis. Tren perilaku para penguasa berbanding lurus dengan tren penurunan kepercayaan, jika penguasa semakin menunjukan kebusukannya, maka semakin banyak pula pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya.Akibatnya malah melahirkan pendidikan politik pragmatis terlebih lagi politik apatis.

Para pengamat lelah memroyeksikan peta kekuatan para calon di 2014. Namun mereka sepakat dengan kekuatan politik baru ini, yaitu kekuatan politik “putih” yang pengikutnya kian bertambah tiap tahun. Jika tiap perhelatan politik yang jadi pemenang sejati adalah golongan putih, para Caleg juga harus berpindah haluan untuk ikut bergabung dengan golongan putih agar mendulang suara yang besar.

Kita mungkin tidak ingin proses demokrasi selalu dibayangi bahkan dikalahkan oleh golongan putih. Karena semakin besar suara golongan ini, maka semakin bermasalah dengan demokrasi kita. Wajar darurat militer tidak akan mempu membendung cacat demokrasi di negeri ini.

Perang melawan Golput sudah harus dipersiapkan sedini mungkin guna menghindari kesalahan yang akan berdampak pada lemahnya pembangunan demokrasi itu sendiri. Perang melawan Golput cukup sulit dilakukan jika senjatanya (baca: politisi) tidak segera diperbaiki, mengingat semakin berkaratnya senjata ini tiap tahun–jika ditembakkan khawatir malah mencederai diri sendiri.

Mengubah wajah demokrasi bangsa yang semakin skeptis perlu kerja keras dan pembuktian. Jika para politisi terus mengumbar sampah sepanjang tahun dan mulai menjual muka tahun depan, maka demokrasi akan semakin kehilangan arah yang membuat pemilih hanya mendapatkan pseudo demokrasi dari lemahnya kekuatan demokrasi itu sendiri.

Golput Vs Parpol

Ada 15 Parpol yang menjadi peserta Pemilu 2014, tiga di antaranya merupakan partai lokal di Aceh. 13 Parpol yang ikut pesta demokrasi tahun depan tidak pernah tahu siapa lawan terkuatnya, masing-masing mengklaim memiliki elektabilitas yang tinggi dan mampu menghasilkan kader-kader tangguh yang dapat membawa aspirasi rakyat di parlemen maupun sebagai pemimpin di eksekutif. Perang sesungguhnya bukanlah perang antar Parpol, melainkan perang Parpol dengan Golput.

Bagaimana para Parpol tersebut dapat mengubah paradigma masyarakat agar memiliki pengetahuan politik yang baik sehingga dapat terhindar dari pragmatisme politik, dan mampu menghasilkan kekuatan baru mengatasi kekuatan Golput yang semakin kuat. Jika Parpol bergerilya memberikan arahan dan pendidikan yang benar, niscaya perubahan itu akan sedikit terwujud, namun jika Parpol merasa diuntungkan dengan besarnya kekuatan Golput, itu berarti demokrasi kita telah mengalami serangan jantung dan akan segera mati. Indonesia menganut bentuk pemerintahan republik yang demokrastis dan bersatu dalam wujud kedaulatan rakyat, antara demokrasi dan kedaulatan rakyat harus menjadi satu bagian yang mampu memberikan makna demokrasi itu sendiri. ***** ( Agus Adhari SH, LL.M : Penulis adalah Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Panca Budi Medan.

(sumber) http://www.waspadamedan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=29534:lampu-merah-demokrasi&catid=59:opini&Itemid=215

Tentang YHOHANNES NEOLDY, ST

Seberapa besar kita mengenal diri kita sendiri, tentunya hanya kita yang tau. Kita bisa berbicara A didepan orang mengenai diri kita. tapi bisakah kita mengatkan B pada Hati kita. tentunya tidak sejujurnya kita tidak dapat membohongi hati kita. kita suka terhadap sesuatu tapi dengan berbagai pertimbnagan kita malas mengungkapakan hal tersebut….kenapa dan mengapa??? tentunya hanya kita yang tahu. apakah sebegitu memalukannya hal yang kita inginkan sehingga kita tidak berani dan enggan mengungkapkannya. …saiYah… kLo suRuh descrIbe aBouT mY seLf.. gw seNdiri biNguNg.. seTiaP haRi aDa yG beRubaH.. eNTah yG baIk ataU yaNg buRux.. yG pasti gw bUkaN oRang yaNg meNgikuTi aRus.. BiaR kaN meReka di LUaR saNa beRmaiN deNgan maiNaNnya.. aKu deNgaN maiNaN ku seNdiri.. Gw kadaNg gILa kaDang meLankoLis kadaNg juga sTatis.. haNya terKadaNg hiduP ku teRLalu draMatis tuK ku ceRitaKan.. aKu oRang aNeH yG taK peRnah teRteBak oLeh Ku sendirI keMaNa jaLan yG ku tUju..HaL baRu.. aKu peMbuRu haL baRu.. di dUNia iNi banYak haL yg beLum ku keNaL.. MuNgkiN akaN ku haBis kaN hiduP ku uNTuK iTu daN bersEraH diRi seUtuHnya pada-Nya.. peTuaLaNg.. iTu meMaNg! oRaNg yG maLang.. Ku rasa aKu iNgiN puLaNg.. ke JaLan iTu.. BUkaN meLayaNg” spRti saaT ini.. aKu aneH.. peNuh deNgan diLemaTis.. taPi aKu taU siaPa aKu.. aH ribeT.. neoldy… neoldy… saMa saJa.. sILahkaN kaLIan yG meNiLai.. sUdaH banyaK Kok yaNg meniLai.. tesTi Ku saJa yG kaLIan baca tUk mengeNaL ku.. yG kadaNg giLa kadaNg aneH.. RibeTtttttttttt!!!!!!! PokoknYa yg pEngen taU gMn gW oR6nYa cobaLah utK l3bih deKaT..deKaT..DeKaT..Dekat..terUs..Terus..TerUs bElUm DeKat.. TRus dah ah BaHaYa terLaLu dEkaT……………….”WARNING” Lagi….. Saya lebih suka memulai dari bawah dan mendaki kepuncak dari pada memulai dari puncak dan harus tetap bertahan disana. Berbagai bunga serta kerikil dalam kehidupan ini telah sering aku rasakan, baik itu dalam bentuk cemoohan, cacian, sanjungan, sindiran, pujian, bahkan ada pula dukungan serta tekanan yang membuatku semakin hidup ini menjadi lebih bisa aku maknai. Tapi semua itu hanya pandangan orang dari luar saja, hati ini tak ada yang tau aku merasakan apa saat ini, sakitkah aku, pedihkan aku, teririskah aku atau senangkah aku, bahagiakan aku, ceriakah aku itu semua hanya hatiku yang membawa kemana aku harus melangkah mencari jalan yang benar2 lurus tanpa duri2. Meski kesedihan terus menggantung pada kelopak mata ini berusaha menarik terus dengan kuat air mataku untuk keluar dan terkadang tangisan itu tak bisa ku bendung sampai tersedu-sedu. Aku berjuang dengan tangnku sendiri hanya mama dan nenek ku yang perhatian untukku. Menghormati diri sendiri, mengenal diri sendiri, mengendalikan diri sendiri. Tiga ini saja mengarahkan hidup pada kekuatan yang berddaulat. Ingatlah kebaikan seseorang pada kita Lupakan kesalahan seseorang pada kita Ingatlah kesalahan kita pada orang lain dan Lupakan kebaikan kita pada orang lain jangan berdusta bila tak ingin didustai… Ketika Seseorang melukai hatimu, tulislah diatas pasir agar terhapus angin. Bila kebaikan yang terjadi, pahatlah di atas batu agar tidak terhapus oleh angin. Saat hidup berjalan di luar rencana pasti ada sesuatu keajaiban di dalamnya. Hanya orang-orang yang bisa berfikir jernih yang akan mampu memunculkan ke ajaiban itu dan memahami bawah hidup itu misteri. Kemandirian untuk mengisi waktu muda dengan hal-hal positif dan tidak takut akan adanya perbedaan. Serta kemandirian untuk selalu melahirkan kreatifitas dan inovasi dalam mencari penyelesaian permasalahan, tanpa berharap adanya kesempatan dari orang lain. “Dan jangan terlalu cepat menilai seseorang … apalagi baru bertemu atau cuma melihat dari jauh! Kenali dulu orang itu, baru menilai! Bak pitua urang minang, “KOK NDAK TAU JO GADANG OMBAK CALIEK KAPANTAINYO, KOK NDAK TAU JO GADANG KAYU CALIK KA PANGKANYO” Kehidupan mengajarkan aku untuk bersikap bisa menerima kenyataan pengalaman mengajarkan aku akan arti kejujuran kebenaran tak akan penah terkalahkan oleh satu apapun karna saat kejujuran itu berkata maka kebenaran akan mengungkapkan semuanya salah bagi mereka yang menyalahkan kan arti kejujuran .. salah bagi mereka yang tak memperdulikan kebenaransalah untuk mereka yang menutup mata telinga hati dan pikiran untuk mengetahui kenyataan kejujuran dan kebenaran. Dalam hidup ini butuh perjuangan. Dalam hidup ini perlu pengorbanan. Dan dalam hidup ini aku harus melakukan hal yang benar meskipun berbahaya!!! CINTA KEBAHAGIAAN KASIH SAYANG PERSAHABATAN TUMBUHNYA DARI HATI YANG TULUS. Aku akan mencintai orang yang mencitaiku dan akan menjaga mereka dengan sepenuh hati tidak akan menyakitinya dan lukai hatinya karna cinta semua akan terasa indah cuman GW yang bisa ngedapetin hatinya Saat hidup berjalan di luar rencana pasti ada sesuatu keajaiban di dalamnya. Hanya orang-orang yang bisa berfikir jernih yang akan mampu memunculkan ke ajaiban itu dan memahami bawah hidup itu misteri Uang tidak akan bisa mengembalikan waktu yang telah berlalu. Setelah hari berganti, maka waktu 24jam tersebut akan hilang dan tidak akan mukin akan kembali lagi. Karena itu gunakan setiap kesempatan yang ada untuk menytakan perhatian dan kasih sayang anda kepada orang yang sangat anda sayang dan anda cintai, sebelum waktu itu berlalu dan anda menyesalinya. “Untuk melakukan suatu perubahan bukanlah tugas yg mudah. Kadang kita dihina, dicaci, diremehkan & bahkan difitnah. Kita harus berterimakasih kepada mereka untuk menunjukkan & membuktikan bahwa kita bisa. semua tantangan itu akan dapat teratasi.” Dimana kita berdiri tidak penting, yang penting mau kemana kita akan melangkah. Tentukan tujuan dari sekarang, cintai prosesnya dan mimpikan hasil terbaiknya! Berapa besar kepercayaan orang, ditentukan oleh seberapa besar kejujuran dan kredibilitas kita. Bangun kredebilitas dan tetaplah mengutamakan kebenaran hakiki yang tidak bisa ditawar lagi. Tidak peduli dengan latar belakang keluarga, yang penting kita mau melakukan sesuatu dan kita berada di jalur yang tepat dan mau tumbuh juga berkembang. Orang tua kita siapa itu tidak penting, terpenting kita mau jadi anak yang bagaimana. Tidak peduli masa lalu, yang penting hari ini, esok dan seterusnya. Tak perlu pikirkan buruknya masa lalu, hinannya kita di masa lalu, yang penting kita mau memikirkan dan berubah mulai sekarang untuk hari esok. Tidak peduli siapa diri kita di mata orang lain, yang penting kita mau melihat orang lain dari sisi terbaiknya dan mau melihat diri kita dari sisi terbaik dan terburuknya. Fokuslah pada kelebihan yang kita miliki. Sukses bukan berarti serba bisa! Buah yang akan kita petik, ditentukan dari bagaimana kita menanamnya. Lakukan yang terbaik dan tetaplah konsiten. Bagaimana sekarang kita berproses, maka inilah yang akan menentukan hasil akhir dari semuanya. Tuhan tidak pernah tidur, kuasanya tahu mana hamba-hambanya yang mau melakukan sesuatu dan bekerja keras, berdo’a dan meyakini bahwa tuhan akan ikut campur tangan untuk hal-hal yang diluar kemampuan kita. Tetaplah optimis dan lakukanlah yang terbaik. Seberapa besar mimpi kita itu tidak penting, yang penting seberapa besar sesuatu yang kita kerjakan dan seberapa tepat kita melakukannya. Timing! “Bukanlah seorang pemuda yang mengatakan INI BAPAK SAYA. Tapi pemuda adalah seorang yang mengatakan INILAH SAYA”
Gambar | Pos ini dipublikasikan di Artikel. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s