Konvensi, Elektabilitas, & Pemilu 2014


Tradisi pilihan politik masyarakat yang menampatkan partai secara bergantian di panggung kekuasaan seperti di AS tampaknya mulai menggejala di Indonesia.

Partai Demokrat sedang berupaya untuk meningkatkan elektabilitasnya menjelang Pemilu 2014, salah satunya mengadakan konvensi. Konvensi dianggap sebagai mekanisme paling ideal dan komprehensif memenuhi berbagai tujuan sekaligus, baik tujuan politik skala kepartaian (elektabilitas dan kekuasaan) dan tujuan yang lebih luas, yaitu kepentingan bangsa dan negara.

Dengan konvensi, diharapkan muncul sosok terpilih yang memiliki kualifikasi lengkap seperti itu. Setidaknya, setelah sekian lama mengikuti berita dan cerita tentang konvensi, itulah pengertian dan tujuan konvensi dalam pikiran saya.

Di sisi lain, sudah tampak jelas bahwa sosok yang paling menarik simpati masyarakat adalah sosok yang selalu bertindak substansial dalam kepemimpinan formalnya. Pejabat negara yang selalu mendahulukan kepentingan rakyat, percaya diri mengambil tindakan, otentik, dan performa yang khas adalah contoh tindakan substansial yang akhirnya sangat efektif menarik simpati masyarakat.

Artinya, sosok itu memiliki tingkat elektabilitas tinggi melalui mekanisme proses dan seleksi sosial. Itulah faktor pendorong utama partai agar dapat menempati papan atas tingkat elektabilitas.

Tetapi, saya tidak mengatakan bahwa konvensi sebagai tidak efektif dalam mendongkrak Partai Demokrat untuk menempati papan atas elektablitas. Efektif atau tidak konvensi sangat bergantung pada kualifikasi sosok hasil konvensi itu apakah sinkron dengan kecenderungan selera rakyat atau tidak. Singkatnya, apakah sosok yang tampil dari hasil konvensi itu juga lolos seleksi sosial di mata masyarakat atau tidak.

Jika lolos, maka, setidaknya dalam pandangan saya sendiri, duduklah Partai Demokrat di papan atas elektabilitas nanti. Namun jika sosok yang tampil nanti hanya lolos seleksi kepartaian saja, kita sudah bisa menerka di mana kira-kira posisi Partai Demokrat di papan elektabilitas itu.

Memang, soal elektabilitas bukan sepenuhnya bergantung kepada sosok calon presiden yang diusung itu siapa atau bagaimana. Harus diakui bahwa masih banyak peluang besar dari sisi yang lain yang bisa digarap partai ini untuk mendongkrak elektabilitasnya.

Dan, saya melihat bahwa elektabilitas sosok yang tampil nanti akan dilengkapi dengan kebijakan populer dari pemerintah. Kebijakan populis seperti penurunan harga BBM, kompensasi, dan program lain yang populis sangat besar daya dongkraknya terhadap partai ini. Karena itu, bagi partai yang dalam posisi bersaing dengan Partai Demokrat, sepertinya mereka harus memperhitungkan soal sisi lain yang akan digarap ini.

Jangan terpaku menyusun strategi berdasarkan strategi yang ditampilkan di permukaan (konvensi) oleh Partai Demokrat saja. Demikian juga Partai Demokrat, jangan terpaku pada soal sosok calon hasil konvensi dan sisi lain yang bisa digarapnya. Sebab, biasalah kalau semua orang suka pada suasana yang baru.

Ingin Yang Baru

Kalau kita lihat psikologi pilihan politik masyarakat sekarang ini, maka ada satu tantangan besar yang sepertinya akan membuat Partai Demokrat tidak di papan teratas elektabilitas di 2014 nanti. Yaitu, keinginan masyarakat untuk memiliki pemimpin dan suasana baru dari partai lama yang selama di luar lingkaran kekuasaan. Kita tidak perlu menyebut nama partai dan sosok itu di sini.

Jadi, setidaknya dalam kalkulasi politik, jika pun hasil konvensi itu adalah sosok populer substansial plus penggelontoran kebijakan populis dari pemerintah, sepertinya Partai posisi Demokrat bukan teratas lagi di 2014 nanti. Kalau kita melihat tradisi pilihan politik masyarakat seperti di AS misalnya, bahwa kemenangan Demokrat atau Republik bukan semata kehebatan partai dan pejabatnya mengelola negara. Ada semacam keinginan memberi kesempatan pada kedua partai untuk bergantian berkuasa setelah dua periode.

Setelah dua periode kekuasaan Partai Demokrat AS dengan Barack Obama-nya itu, sepertinya akan digantikan Partai Republik dalam Pemilu akan datang. Masyarakat AS sepertinya bukan hanya ingin program yang mantap saja, tetapi juga merasakan sesuatu yang baru yang bisa disajikan partai oposisi. Caranya tentu saja adalah dengan memilih partai oposisi untuk menjadi pengisi panggung. Tradisi pilihan politik masyarakat yang menampatkan partai secara bergantian di panggung kekuasaan seperti ini tampaknya mulai menggejala di Indonesia.

Jadi, sekali lagi dalam kalkulasi politik, semakin lengkaplah faktor kemenangan partai oposisi di 2014 nanti. Mereka tampil lengkap, mulai dari kebaruan, calon presiden yang mungkin sudah lolos seleksi sosial, dan mungkin program-program yang bersuasana lebih segar. Nah, kita bisa menunjuk bahwa partai itu adalah PDIP misalnya. Tetapi, itu pun masih sangat bergantung kepada sosok sentral PDIP, Megawati, apakah mau mendengar aspirasi masyarakat atau tidak soal kader partainya yang sekarang sangat populer di mata masyarakat.

Partai Islam

Dalam Pemilu 2014 nanti, partai-partai berbasis massa Islam, atau biasa disebut partai Islam, tampaknya masih berada di sisi Partai Demokrat. Walaupun dalam berbagai survei terlihat bahwa tingkat elektabilitas partai ini cenderung stagnan sedikit menurun, tetapi tetap saja tidak bisa dikesampingkan potensi kekuatannya.

Dalam sebuah survei, suara yang dimiliki partai Islam yang sekarang berkoalisi dengan Partai Demokrat bila digabungkan bisa mencapai 16 persen. Partai-partai Islam ini, sampai sekarang, belum menunjukkan tanda-tanda untuk beralih koalisi. Dan, dalam survei itu, posisi suara Partai Demokrat adalah di 10,1 persen.

Bila digabung seluruhnya, angka yang dimiliki Partai Demokrat dan partai Islam bisa lebih dari 26 persen. Belum lagi bila ada partai lain yang mungkin juga akan bergabung. Angkanya bisa jauh melampaui PDIP yang berada pada posisi 23,6 persen.

Memang, politik itu bukan matematika. Bisa saja partai A kalah dalam pemilihan parlemen, tetapi menang dalam Pilpres. Maka, bagi Partai Demokrat, sangat penting untuk memertahankan koalisinya untuk melengkapi sosok calon presidennya yang mungkin tingkat popularitasnya kalah dibanding Capres dari PDIP.

Sedangkan bagi PDIP, sangat penting untuk mengajukan sosok yang diinginkan rakyat untuk mengimbangi bobot koalisi dari Partai Demokrat. Jika keduanya melakukan hal itu, maka konstelasi Pemilu 2014 nanti tampaknya akan diisi dengan pertarungan imbang berat dua kelompok partai politik.

Kepentingan Rakyat

Tapi di atas semuanya, sebenarnya rakyatlah tujuan dari semua proses-proses politik itu. Pesannya jelas, yaitu rakyat bukan cara untuk mencapai kekuasaan, tetapi tujuan utama dari kekuasaan itu sendiri. Soal ke depan nanti yang sepertinya akan ada pola dimana partai akan secara bergantian berkuasa seperti Republik dan Demokrat di AS misalnya, hal itu menunjukkan demokrasi dan stabilitas politik yang semakin baik.

Bagi saya, gejala pergantian partai penguasa berdasarkan periode itu menunjukkan hal-hal positif. Hal itu sebagai dinamika politik yang terkendali. Jadi pada akhirnya, kemenangan partai yang sesungguhnya adalah ketika mereka memenangkan rakyat, bukan memenangi kursi kekuasaan saja. Partai boleh kalah atau menang, tetapi partai tetap harus memenangkan rakyat. ***** (Hari Murti, Ssos : Penulis adalah Alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi “Pembangunan” Medan. )

(Sumber) http://www.waspadamedan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=29102:konvensi-elektabilitas-a-pemilu-2014&catid=59:opini&Itemid=215

Tentang YHOHANNES NEOLDY, ST

Seberapa besar kita mengenal diri kita sendiri, tentunya hanya kita yang tau. Kita bisa berbicara A didepan orang mengenai diri kita. tapi bisakah kita mengatkan B pada Hati kita. tentunya tidak sejujurnya kita tidak dapat membohongi hati kita. kita suka terhadap sesuatu tapi dengan berbagai pertimbnagan kita malas mengungkapakan hal tersebut….kenapa dan mengapa??? tentunya hanya kita yang tahu. apakah sebegitu memalukannya hal yang kita inginkan sehingga kita tidak berani dan enggan mengungkapkannya. …saiYah… kLo suRuh descrIbe aBouT mY seLf.. gw seNdiri biNguNg.. seTiaP haRi aDa yG beRubaH.. eNTah yG baIk ataU yaNg buRux.. yG pasti gw bUkaN oRang yaNg meNgikuTi aRus.. BiaR kaN meReka di LUaR saNa beRmaiN deNgan maiNaNnya.. aKu deNgaN maiNaN ku seNdiri.. Gw kadaNg gILa kaDang meLankoLis kadaNg juga sTatis.. haNya terKadaNg hiduP ku teRLalu draMatis tuK ku ceRitaKan.. aKu oRang aNeH yG taK peRnah teRteBak oLeh Ku sendirI keMaNa jaLan yG ku tUju..HaL baRu.. aKu peMbuRu haL baRu.. di dUNia iNi banYak haL yg beLum ku keNaL.. MuNgkiN akaN ku haBis kaN hiduP ku uNTuK iTu daN bersEraH diRi seUtuHnya pada-Nya.. peTuaLaNg.. iTu meMaNg! oRaNg yG maLang.. Ku rasa aKu iNgiN puLaNg.. ke JaLan iTu.. BUkaN meLayaNg” spRti saaT ini.. aKu aneH.. peNuh deNgan diLemaTis.. taPi aKu taU siaPa aKu.. aH ribeT.. neoldy… neoldy… saMa saJa.. sILahkaN kaLIan yG meNiLai.. sUdaH banyaK Kok yaNg meniLai.. tesTi Ku saJa yG kaLIan baca tUk mengeNaL ku.. yG kadaNg giLa kadaNg aneH.. RibeTtttttttttt!!!!!!! PokoknYa yg pEngen taU gMn gW oR6nYa cobaLah utK l3bih deKaT..deKaT..DeKaT..Dekat..terUs..Terus..TerUs bElUm DeKat.. TRus dah ah BaHaYa terLaLu dEkaT……………….”WARNING” Lagi….. Saya lebih suka memulai dari bawah dan mendaki kepuncak dari pada memulai dari puncak dan harus tetap bertahan disana. Berbagai bunga serta kerikil dalam kehidupan ini telah sering aku rasakan, baik itu dalam bentuk cemoohan, cacian, sanjungan, sindiran, pujian, bahkan ada pula dukungan serta tekanan yang membuatku semakin hidup ini menjadi lebih bisa aku maknai. Tapi semua itu hanya pandangan orang dari luar saja, hati ini tak ada yang tau aku merasakan apa saat ini, sakitkah aku, pedihkan aku, teririskah aku atau senangkah aku, bahagiakan aku, ceriakah aku itu semua hanya hatiku yang membawa kemana aku harus melangkah mencari jalan yang benar2 lurus tanpa duri2. Meski kesedihan terus menggantung pada kelopak mata ini berusaha menarik terus dengan kuat air mataku untuk keluar dan terkadang tangisan itu tak bisa ku bendung sampai tersedu-sedu. Aku berjuang dengan tangnku sendiri hanya mama dan nenek ku yang perhatian untukku. Menghormati diri sendiri, mengenal diri sendiri, mengendalikan diri sendiri. Tiga ini saja mengarahkan hidup pada kekuatan yang berddaulat. Ingatlah kebaikan seseorang pada kita Lupakan kesalahan seseorang pada kita Ingatlah kesalahan kita pada orang lain dan Lupakan kebaikan kita pada orang lain jangan berdusta bila tak ingin didustai… Ketika Seseorang melukai hatimu, tulislah diatas pasir agar terhapus angin. Bila kebaikan yang terjadi, pahatlah di atas batu agar tidak terhapus oleh angin. Saat hidup berjalan di luar rencana pasti ada sesuatu keajaiban di dalamnya. Hanya orang-orang yang bisa berfikir jernih yang akan mampu memunculkan ke ajaiban itu dan memahami bawah hidup itu misteri. Kemandirian untuk mengisi waktu muda dengan hal-hal positif dan tidak takut akan adanya perbedaan. Serta kemandirian untuk selalu melahirkan kreatifitas dan inovasi dalam mencari penyelesaian permasalahan, tanpa berharap adanya kesempatan dari orang lain. “Dan jangan terlalu cepat menilai seseorang … apalagi baru bertemu atau cuma melihat dari jauh! Kenali dulu orang itu, baru menilai! Bak pitua urang minang, “KOK NDAK TAU JO GADANG OMBAK CALIEK KAPANTAINYO, KOK NDAK TAU JO GADANG KAYU CALIK KA PANGKANYO” Kehidupan mengajarkan aku untuk bersikap bisa menerima kenyataan pengalaman mengajarkan aku akan arti kejujuran kebenaran tak akan penah terkalahkan oleh satu apapun karna saat kejujuran itu berkata maka kebenaran akan mengungkapkan semuanya salah bagi mereka yang menyalahkan kan arti kejujuran .. salah bagi mereka yang tak memperdulikan kebenaransalah untuk mereka yang menutup mata telinga hati dan pikiran untuk mengetahui kenyataan kejujuran dan kebenaran. Dalam hidup ini butuh perjuangan. Dalam hidup ini perlu pengorbanan. Dan dalam hidup ini aku harus melakukan hal yang benar meskipun berbahaya!!! CINTA KEBAHAGIAAN KASIH SAYANG PERSAHABATAN TUMBUHNYA DARI HATI YANG TULUS. Aku akan mencintai orang yang mencitaiku dan akan menjaga mereka dengan sepenuh hati tidak akan menyakitinya dan lukai hatinya karna cinta semua akan terasa indah cuman GW yang bisa ngedapetin hatinya Saat hidup berjalan di luar rencana pasti ada sesuatu keajaiban di dalamnya. Hanya orang-orang yang bisa berfikir jernih yang akan mampu memunculkan ke ajaiban itu dan memahami bawah hidup itu misteri Uang tidak akan bisa mengembalikan waktu yang telah berlalu. Setelah hari berganti, maka waktu 24jam tersebut akan hilang dan tidak akan mukin akan kembali lagi. Karena itu gunakan setiap kesempatan yang ada untuk menytakan perhatian dan kasih sayang anda kepada orang yang sangat anda sayang dan anda cintai, sebelum waktu itu berlalu dan anda menyesalinya. “Untuk melakukan suatu perubahan bukanlah tugas yg mudah. Kadang kita dihina, dicaci, diremehkan & bahkan difitnah. Kita harus berterimakasih kepada mereka untuk menunjukkan & membuktikan bahwa kita bisa. semua tantangan itu akan dapat teratasi.” Dimana kita berdiri tidak penting, yang penting mau kemana kita akan melangkah. Tentukan tujuan dari sekarang, cintai prosesnya dan mimpikan hasil terbaiknya! Berapa besar kepercayaan orang, ditentukan oleh seberapa besar kejujuran dan kredibilitas kita. Bangun kredebilitas dan tetaplah mengutamakan kebenaran hakiki yang tidak bisa ditawar lagi. Tidak peduli dengan latar belakang keluarga, yang penting kita mau melakukan sesuatu dan kita berada di jalur yang tepat dan mau tumbuh juga berkembang. Orang tua kita siapa itu tidak penting, terpenting kita mau jadi anak yang bagaimana. Tidak peduli masa lalu, yang penting hari ini, esok dan seterusnya. Tak perlu pikirkan buruknya masa lalu, hinannya kita di masa lalu, yang penting kita mau memikirkan dan berubah mulai sekarang untuk hari esok. Tidak peduli siapa diri kita di mata orang lain, yang penting kita mau melihat orang lain dari sisi terbaiknya dan mau melihat diri kita dari sisi terbaik dan terburuknya. Fokuslah pada kelebihan yang kita miliki. Sukses bukan berarti serba bisa! Buah yang akan kita petik, ditentukan dari bagaimana kita menanamnya. Lakukan yang terbaik dan tetaplah konsiten. Bagaimana sekarang kita berproses, maka inilah yang akan menentukan hasil akhir dari semuanya. Tuhan tidak pernah tidur, kuasanya tahu mana hamba-hambanya yang mau melakukan sesuatu dan bekerja keras, berdo’a dan meyakini bahwa tuhan akan ikut campur tangan untuk hal-hal yang diluar kemampuan kita. Tetaplah optimis dan lakukanlah yang terbaik. Seberapa besar mimpi kita itu tidak penting, yang penting seberapa besar sesuatu yang kita kerjakan dan seberapa tepat kita melakukannya. Timing! “Bukanlah seorang pemuda yang mengatakan INI BAPAK SAYA. Tapi pemuda adalah seorang yang mengatakan INILAH SAYA”
Gambar | Pos ini dipublikasikan di Artikel. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s