MALU JO SOPAN NAN DIGERUS ZAMAN


Oleh: DM. Sutan Zainuddin, S.S

Perlahan namun pasti rasa malu generasi muda di Ranah Minang terus digerus oleh zaman. Kondisi tersebut jelas menimbulkan rasa prihatin ditengah-tengah masyarakat. Hanya saja rasa prihatin masih terbatas semata-mata pada rasa prihatin saja. Padahal semestinya, hal yang menimbulkan rasa prihatin tersebut harus diminimalisir dengan tindakan. Tindakan perorangan jelas lemah dan tak akan mampu memberikan efek luas. Sementara tindakan kelompok akan berpotensi memunculkan konflik yang ujung-ujungnya kelompok pejuang kebenaran dikalahkan dengan tudingan melanggar Hak Asasi Manusia alias HAM. Bahkan kebijakan pemerintah dalam rangka menjaga eksistensi rasa malu pada generasi muda sekalipun masih bisa digugat dengan alasan melanggar HAM.

Beberapa hari nan lalu, ketika saya pulang kampung dan berkunjung ke rumah amak (ibu), saya bertemu dengan mamak (panggilan di Minangkabau kepada saudara laki-laki ibu). Ia bercerita tentang pengalamannya berkunjung ke Kota Padang. Awal ceritanya hanya komentar tentang perkembangan Kota Padang pasca genpa 30 September 2009. Kemudian berlanjut pada cerita tentang apa yang ia rasakan ketika berkunjung ke salah satu obyek wisata di Kota Padang yakni Pantai Padang.

Ia menuturkan bahwa ketika mengunjungi Pantai Padang ia sengaja singgah di warung dengan tenda-tenda ceper. Dalam fikirannya lokasi tersebut sangat cocok dan nyaman untuk melepas penat sambil menikmati suasana jingga senja di Pantai Padang. Saat hendak memesan minuman, rasa nyamannya mulai terganggu karena daftar menu makanan dan minuman tidak mencantumkan harga sehingga ia sebagai konsumen tentu sulit menakar batas harga yang akan dibayar. Agar tidak tertipu maka ia harus menanyakan dulu harga makanan dan minuman sebelum memesan.

Sembari menunggu pesanan datang, si Mamak saya itu melepaskan pandang pada laut dan menikmati ombak yang berkejaran menuju pantai. Ia begitu bebas menikmati suasana pantai karena beberapa tenda yang ada disekitar ia duduk masih kosong. Tak lamaberselang datang serombongan muda-mudi, agaknya mereka juga ingin menikmati jingga senja yang memang cukup bagus saat itu. Awalnya si Mamak tidak begitu peduli dengan rombongan muda-mudi tersebut. Ia terus saja menikmati suasana laut pantai barat sumatera. Namun sesaat kemudian rombongan muda-mudi mulai mengambil tempat bersama pasangan masing-masing. Dan, tanpa menghiraukan sekelilingnya mereka mulai memadu kasih, tanpa peduli status mereka yang belum muhrim. Tanpa risih mereka berpelukan, padahal beberapa orang yang melihat tingkah mereka saja merasa sangat risih, apalagi si Mamak saya itu adalah orang yang mengerti aturan adat meski pun telah lama berdomisili di rantau.

Terlintas niat untuk menegur muda-mudi tersebut, namun setelah berfikir-fikir si Mamak lebih memilih menyampaikan kepada pemilik warung karena tentu akan lebih pas jika si pemilik warung yang menegur. Namun ternyata si pemilik warung pun tak berani menegur.

“Kami kan harus menghormati konsumen pak,” ujar pemilik warung.

Mendapatkan jawaban tersebut si Mamak hanya tersenyum.

“Saya kan juga konsumen, apakah tidak pantas dihargai?” sindir si Mamak.

“Hal yang begitu sudah biasa disini pak. Selama ini tidak ada yang komplain selain Bapak.”

“Sudah biasa..?!”

“Iya, sudah biasa.”

Si Mamak pun mengalah. Ia membayar makanan dan minuman yang tadi dipesan. Lantas berlalu meninggalkan lokasi obyek wisata yang telah memberikan satu catatan baginya.

Perlahan sore pulang dan senja pun menjelang. Sang Surya mulai menyelami laut ufuk barat dan terang pun  berganti remang. Jingga masih tersisa dan rombongan muda-mudi nan duduk berpasangan-pasangan makin asyik dalam aktifitas masing-masing. Mereka lupa diri bahkan lupa akan waktu sholat maghrib

“Tidak Mamak kira ternyata generasi muda di Ranah Minang telah tak punya malu jo sopan lagi. Pantas negeri awak dilanda gempa besar,” kata si Mamak mengungkapkan rasa prihatinnya kepada saya.

Dikisahkannya, bahwa pada zaman dia muda dulu jangankan bergandengan tangan dan berpelukan dengan perempuan yang bukan muhrim, berpegangan tangan dan berpelukan dengan istri sendiri pun tak akan berani dilakukan seseorang didepan umum. Ada rasa malu nan menyesak di dada, malu pada diri sendiri, malu pada keluarga, lebih-lebih rasa malu kepada masyarakat. Dan, sanksi sosial dari masyarakat akan membuat si pelaku merasa terasing dan ujung-ujungnya terpaksa lari dari kampung, terusir ke rantau.

***

Sepenggal pengalaman si Mamak memberikan gambaran bahwa rasa malu jo sopan dikalangan anak muda di Ranah Minang memang telah sangat memprihatinkan. Secara perlahan, prilaku yang pada masa dahulu sangat tabu sekarang menjadi biasa. Ya.. pola pembiasaan ini yang lama-kelamaan melunturkan tatanan moralitas dalam masyarakat Minangkabau. Misalnya, dahulu gadis Minangkabau selalu berbaju longgar karena yang memakai baju ketat biasanya identik dengan wanita tidak bermoral bahkan identik dengan pelacur. Pada tataran ini, masyarakat masih tidak menerima dan merasa malu jika anak gadisnya memakai pakaian seperti itu.

Saat mudik lebaran, keluarga yang ada di rantau pun pulang dengan pakaian khas kotanya. Pakaian mereka tentu saja tidak lagi sesuai dengan yang dipakai oleh orang kampung. Keberadaan mereka dengan pakaian tersebut tidak tertolak, bahkan itu menjadi salah satu simbol kesuksesan mereka di rantau. Maka secara perlahan gadis Minangkabau pun mulai mengenal berbagai jenis mode pakaian. Selain itu, ada semacam paradigma dalam masyarakat yang bermukim di kampung bahwa segala yang berbau kota adalah simbol modernisasi. Sederhananya, jika ingin dikatakan modern maka pakai dan konsumsilah apa-apa yang dipakai dan konsumsi oleh orang kota. Dan, tentu saja paradigma nan salah inilah menjadi pemicu sebuah perubahan dalam kebiasaan di Ranah Minang. Paradigma tersebut membuat masyarakat Minangkabau mulai terbiasa, dan ketika anak gadis mereka memakai pakaian yang dulunya tabu mereka tidak lagi melarang meski juga tidak menyarankan.

Pada tahap selanjutnya, pembiasaan makin menjadi-jadi. Generasi muda yang telah tumbuh dan berkembang dalam proses pembiasaan awal tentu akan menjadi generasi tua. Mereka ini tentunya akan memperparah proses pembiasaan tersebut. Jika awalnya yang mengikuti dan menjadi obyek pembiasaan adalah generasi muda, maka pada tahap ini generasi tua pun mulai terseret arus pembiasaan. Generasi tua pada tahap ini ikut menjadi pelaku pembiasaan dan secara tidak langsung menjadi contoh bagi generasi muda. Maka makin menjadi-jadilah proses pembiasaan yang merusak tatanan nilai-nilai moral dan etika.
***
Fakta di lapangan, situs http://www.harianhaluan.com memberitakan 62 wanita ditangkap saat razia yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja di Kota Padang dan Bukittinggi pada Kamis (17/5/2012). 52 wanita malam dijaring di Kota Padang dan 10 orang wanita malam di Bukittinggi. Wanita-wanita tersebut dijaring diberbagai lokasi seperti tempat hiburan malan, obyek wisata, bahkan rumah kost. Namun demikian, aksi razia belum mampu memberikan unsur jera karena sanksi yang didapatkan paling-paling sekedar membuat surat perjanjian dan kemudian wanita-wanita tersebut kembali dilepas. Agaknya Perda Pekat perlu dikaji ulang untuk memperkuat sanksi terhadap mereka nan melanggar. Selain itu, memperkuat sistem nilai dalam keluarga dan lingkungan pun dapat menjadi solusi dalam meminimalisir borok di wajah Ranah Minang.

Berdasarkan kondisi tersebut, tentu kita jadi bertanya-tanya, sesungguhnya ada apa dengan masyarakat Negeri Bagonjong ini? Apakah tatanan norma adat Minangkabau benar-benar sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi kekinian? Lantas akankah kita biarkan saja malu jo sopan tetap digerus zaman untuk membuktikan apakah yang terjadi dimasa depan adalah kehancuran atau kemajuan? Semua tentu berpulang kepada masyarakat Ranah Minang itu sendiri. Memang, sakali aia gadang sakali tapian barubah. Akan tetapi sebuah perubahan tentunya harus lebih baik dari masa sebelumnya. (dmt)

Tentang YHOHANNES NEOLDY, ST

Seberapa besar kita mengenal diri kita sendiri, tentunya hanya kita yang tau. Kita bisa berbicara A didepan orang mengenai diri kita. tapi bisakah kita mengatkan B pada Hati kita. tentunya tidak sejujurnya kita tidak dapat membohongi hati kita. kita suka terhadap sesuatu tapi dengan berbagai pertimbnagan kita malas mengungkapakan hal tersebut….kenapa dan mengapa??? tentunya hanya kita yang tahu. apakah sebegitu memalukannya hal yang kita inginkan sehingga kita tidak berani dan enggan mengungkapkannya. …saiYah… kLo suRuh descrIbe aBouT mY seLf.. gw seNdiri biNguNg.. seTiaP haRi aDa yG beRubaH.. eNTah yG baIk ataU yaNg buRux.. yG pasti gw bUkaN oRang yaNg meNgikuTi aRus.. BiaR kaN meReka di LUaR saNa beRmaiN deNgan maiNaNnya.. aKu deNgaN maiNaN ku seNdiri.. Gw kadaNg gILa kaDang meLankoLis kadaNg juga sTatis.. haNya terKadaNg hiduP ku teRLalu draMatis tuK ku ceRitaKan.. aKu oRang aNeH yG taK peRnah teRteBak oLeh Ku sendirI keMaNa jaLan yG ku tUju..HaL baRu.. aKu peMbuRu haL baRu.. di dUNia iNi banYak haL yg beLum ku keNaL.. MuNgkiN akaN ku haBis kaN hiduP ku uNTuK iTu daN bersEraH diRi seUtuHnya pada-Nya.. peTuaLaNg.. iTu meMaNg! oRaNg yG maLang.. Ku rasa aKu iNgiN puLaNg.. ke JaLan iTu.. BUkaN meLayaNg” spRti saaT ini.. aKu aneH.. peNuh deNgan diLemaTis.. taPi aKu taU siaPa aKu.. aH ribeT.. neoldy… neoldy… saMa saJa.. sILahkaN kaLIan yG meNiLai.. sUdaH banyaK Kok yaNg meniLai.. tesTi Ku saJa yG kaLIan baca tUk mengeNaL ku.. yG kadaNg giLa kadaNg aneH.. RibeTtttttttttt!!!!!!! PokoknYa yg pEngen taU gMn gW oR6nYa cobaLah utK l3bih deKaT..deKaT..DeKaT..Dekat..terUs..Terus..TerUs bElUm DeKat.. TRus dah ah BaHaYa terLaLu dEkaT……………….”WARNING” Lagi….. Saya lebih suka memulai dari bawah dan mendaki kepuncak dari pada memulai dari puncak dan harus tetap bertahan disana. Berbagai bunga serta kerikil dalam kehidupan ini telah sering aku rasakan, baik itu dalam bentuk cemoohan, cacian, sanjungan, sindiran, pujian, bahkan ada pula dukungan serta tekanan yang membuatku semakin hidup ini menjadi lebih bisa aku maknai. Tapi semua itu hanya pandangan orang dari luar saja, hati ini tak ada yang tau aku merasakan apa saat ini, sakitkah aku, pedihkan aku, teririskah aku atau senangkah aku, bahagiakan aku, ceriakah aku itu semua hanya hatiku yang membawa kemana aku harus melangkah mencari jalan yang benar2 lurus tanpa duri2. Meski kesedihan terus menggantung pada kelopak mata ini berusaha menarik terus dengan kuat air mataku untuk keluar dan terkadang tangisan itu tak bisa ku bendung sampai tersedu-sedu. Aku berjuang dengan tangnku sendiri hanya mama dan nenek ku yang perhatian untukku. Menghormati diri sendiri, mengenal diri sendiri, mengendalikan diri sendiri. Tiga ini saja mengarahkan hidup pada kekuatan yang berddaulat. Ingatlah kebaikan seseorang pada kita Lupakan kesalahan seseorang pada kita Ingatlah kesalahan kita pada orang lain dan Lupakan kebaikan kita pada orang lain jangan berdusta bila tak ingin didustai… Ketika Seseorang melukai hatimu, tulislah diatas pasir agar terhapus angin. Bila kebaikan yang terjadi, pahatlah di atas batu agar tidak terhapus oleh angin. Saat hidup berjalan di luar rencana pasti ada sesuatu keajaiban di dalamnya. Hanya orang-orang yang bisa berfikir jernih yang akan mampu memunculkan ke ajaiban itu dan memahami bawah hidup itu misteri. Kemandirian untuk mengisi waktu muda dengan hal-hal positif dan tidak takut akan adanya perbedaan. Serta kemandirian untuk selalu melahirkan kreatifitas dan inovasi dalam mencari penyelesaian permasalahan, tanpa berharap adanya kesempatan dari orang lain. “Dan jangan terlalu cepat menilai seseorang … apalagi baru bertemu atau cuma melihat dari jauh! Kenali dulu orang itu, baru menilai! Bak pitua urang minang, “KOK NDAK TAU JO GADANG OMBAK CALIEK KAPANTAINYO, KOK NDAK TAU JO GADANG KAYU CALIK KA PANGKANYO” Kehidupan mengajarkan aku untuk bersikap bisa menerima kenyataan pengalaman mengajarkan aku akan arti kejujuran kebenaran tak akan penah terkalahkan oleh satu apapun karna saat kejujuran itu berkata maka kebenaran akan mengungkapkan semuanya salah bagi mereka yang menyalahkan kan arti kejujuran .. salah bagi mereka yang tak memperdulikan kebenaransalah untuk mereka yang menutup mata telinga hati dan pikiran untuk mengetahui kenyataan kejujuran dan kebenaran. Dalam hidup ini butuh perjuangan. Dalam hidup ini perlu pengorbanan. Dan dalam hidup ini aku harus melakukan hal yang benar meskipun berbahaya!!! CINTA KEBAHAGIAAN KASIH SAYANG PERSAHABATAN TUMBUHNYA DARI HATI YANG TULUS. Aku akan mencintai orang yang mencitaiku dan akan menjaga mereka dengan sepenuh hati tidak akan menyakitinya dan lukai hatinya karna cinta semua akan terasa indah cuman GW yang bisa ngedapetin hatinya Saat hidup berjalan di luar rencana pasti ada sesuatu keajaiban di dalamnya. Hanya orang-orang yang bisa berfikir jernih yang akan mampu memunculkan ke ajaiban itu dan memahami bawah hidup itu misteri Uang tidak akan bisa mengembalikan waktu yang telah berlalu. Setelah hari berganti, maka waktu 24jam tersebut akan hilang dan tidak akan mukin akan kembali lagi. Karena itu gunakan setiap kesempatan yang ada untuk menytakan perhatian dan kasih sayang anda kepada orang yang sangat anda sayang dan anda cintai, sebelum waktu itu berlalu dan anda menyesalinya. “Untuk melakukan suatu perubahan bukanlah tugas yg mudah. Kadang kita dihina, dicaci, diremehkan & bahkan difitnah. Kita harus berterimakasih kepada mereka untuk menunjukkan & membuktikan bahwa kita bisa. semua tantangan itu akan dapat teratasi.” Dimana kita berdiri tidak penting, yang penting mau kemana kita akan melangkah. Tentukan tujuan dari sekarang, cintai prosesnya dan mimpikan hasil terbaiknya! Berapa besar kepercayaan orang, ditentukan oleh seberapa besar kejujuran dan kredibilitas kita. Bangun kredebilitas dan tetaplah mengutamakan kebenaran hakiki yang tidak bisa ditawar lagi. Tidak peduli dengan latar belakang keluarga, yang penting kita mau melakukan sesuatu dan kita berada di jalur yang tepat dan mau tumbuh juga berkembang. Orang tua kita siapa itu tidak penting, terpenting kita mau jadi anak yang bagaimana. Tidak peduli masa lalu, yang penting hari ini, esok dan seterusnya. Tak perlu pikirkan buruknya masa lalu, hinannya kita di masa lalu, yang penting kita mau memikirkan dan berubah mulai sekarang untuk hari esok. Tidak peduli siapa diri kita di mata orang lain, yang penting kita mau melihat orang lain dari sisi terbaiknya dan mau melihat diri kita dari sisi terbaik dan terburuknya. Fokuslah pada kelebihan yang kita miliki. Sukses bukan berarti serba bisa! Buah yang akan kita petik, ditentukan dari bagaimana kita menanamnya. Lakukan yang terbaik dan tetaplah konsiten. Bagaimana sekarang kita berproses, maka inilah yang akan menentukan hasil akhir dari semuanya. Tuhan tidak pernah tidur, kuasanya tahu mana hamba-hambanya yang mau melakukan sesuatu dan bekerja keras, berdo’a dan meyakini bahwa tuhan akan ikut campur tangan untuk hal-hal yang diluar kemampuan kita. Tetaplah optimis dan lakukanlah yang terbaik. Seberapa besar mimpi kita itu tidak penting, yang penting seberapa besar sesuatu yang kita kerjakan dan seberapa tepat kita melakukannya. Timing! “Bukanlah seorang pemuda yang mengatakan INI BAPAK SAYA. Tapi pemuda adalah seorang yang mengatakan INILAH SAYA”
Gambar | Pos ini dipublikasikan di Artikel. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s