MAMBANGKIK BATANG TARANDAM MAMBANGKIK TAREH NAN TALAMUN


Mambangkik Batang Tarandam, 
tidaklah hanya sekedar orasi atau hiasan spanduk 
bagi upaya mengantisipasi kerisauan-kerisauan 
di tengah-tengah perpacuan tranformasi budaya yang pesat di abad ini.

Apakah yang dimaksud dengan “mambangkik batang tarandam” itu. Apakah “batang tarandam” itu menurut alam fikiran Minangkabau. Bagaimana rupawujudnya, bagaimana, strukturnya? Kalau “batang” yang dimaksud adalah “pohon” tentulah ada rupa dan wujud pohon tersebut. 

Kalau yang dimaksud dengan “batang” itu adalah “sungai”, tentulah ada sungainya, seperti Batang Hari, Batang Kuwantan, Sungai Musi, Sungai Indragiri, dan lain-lainnya. Kalau “batang” tersebut sebagai “pohon kayu”, tentulah kayu itu punya nama sebagai batang pohon. Dan sebagai “pohon” tentu punya cabang dan ranting-ranting yang menghasilkan buah. Demikian pula kalau batang itu merupakan sungai yang mengalir, tentulah ada “hulu” dan “muara”nya, tentulah pula ada anak-anak sungainya. Demikian pula dengan “tarandam” . 

Dimana tarandamnya, bagaimana sampai tarandam. Berbagai pertanyaan dan penafsiran akan muncul bersimpang siur, sehingga dapat mengakibatkan “kerancuan” dalam memahami nilai-nilai tradisi Alam Fikiran Minangkabau yang syarat dengan kias dan ibarat alami itu.

Bahwa “mambangkik batang tarandam” tidaklah dapat dipahami dari arti lahirnya saja, tetapi sudah menjadi ketetapan adat untuk membaca, menganalisa, dan memahami maknanya yang tersurat, tersirat, dan tersuruk. Disamping itu ungkapan-ungkapan tradisi Alam Fikiran Minangkabau juga disampaikan sesuai dengan alamat, tujuan, dan konteksnya. Artinya, kepada siapa, untuk siapa, dan dalam suasana yang bagaimana. “Malantiang manuju tampuak, manembak ado sasarannyo”. 

Pertimbangan-pertimbangan hubungan, antara individu, atau kelompok/komunitas dalam solidaritas kebersamaan, dengan suasana dan zamannya bagi menyampaikan sesuatu secara adat, (dalam kesantunan) adalah hal yang amat penting demi menghindari tindak prilaku picik atau bahkan yang kedodoran. Mengakibatkan adanya sosok pribadi atau komunitas kelompok lain “yang tersinggung dikala naik, terlanda dikala turun”. 
Meletakkan sesuatu pada tempatnya bukan sekedar adat baso basi, tetapi harus dalam adat, berarti harus pula dalam alam, sesuai dengan adagium adat yang mengatakan :

Asa mulo kato daulu 
tigo limbago nan tajali 
Partamo sambah manyambah, 
Kaduo Sirieh jo pinang
Katigo baso jo basi

Kalau berbagai adagium adat yang berupa ungkapan, petuah, pepatah, petitih, gurindam, pantun, syair, dan berbagai jenis puisi-puisi tradisi Alam Fikiran Minangkabau tidak lagi dipahami, dan tidak memasyarakat berarti Minangkabau tidak akan pernah dimengerti lagi oleh anak cucunya sendiri, apalagi bagi orang lain. 

Bagaimana mungkin untuk mengarifi berbagai masalah, kalau sekiranya kilek, kiek, silek, dan buek Alam Minangkabau telah menjadi kusuik sarang tampuo?. Solusi praktis dan cepat untuk menyelesaikan kusut sarang tempua tentulah “bakar”. 
Tetapi, kalau tindakan ini yang dipilih, berarti gurunya adalah “api”, termasuk pidana, melanggar undang-undang nan duo puluah dalam adat, yakni “ Siar Bakar”. Solusi ini adalah warisan penjajah, dan penjarah, tidak akan menyelesaikan masalah, malah akan memperkeruh suasana, berkembang menjadi huru hara.

Namun secara bijak tradisi mengajarkan berumpama seperti : “menghela rambut dalam tepung, rambut tidak putus, tepung tidak terserak”. Begitulah perumpamaannya, cara menyelesaikan kusut sarang tempua, dielo salai-salai, diganjua lambek-lambek, barangkali ada rahasianya, karena tak tampuo basarang randah kalau tidak ada apa-apanya. 

Karenanya perlu dan harus dalam adat untuk melaksanakan penyadaran atas kesadaran bersama, kesadaran kolektif bagi landasan berpijak untuk menyelesai kan berbagai permasalahan. Berbagai kekusutan, akan menjadi topik zaman bagi perkembangan adat negeri ini, apabila : 

“dikacak langan bak langan 
dikacak batih bak batih
bajalan maningadah 
lonjak bak labu dibanam
indak tantu urang katalendo.” 

Dengan tujuan, untuk dapat mengarifi berbagai masalah sehingga dapat menemukan solusi-solusi baru dalam menjawab berbagai tantangan zaman galaba (global) seperti : Apakah betul derasnya arus globalisasi menenggelamkan nilai-nilai alam fikiran batang kebudayaan Minangkabau, atau para pewarisnya yang telah hanyut dalam ketidak pedulian terhadap amanah, petuah, berupa pasan pitaruah dan ikrar khas dan spesifik dengan janji-janji kesetiaan untuk rukun, damai, dan sejahtera dalam mengisi hidup berbudaya (beradat), berbangsa dan bernegara. Yang telah dipatri dengan sendi-sendi peradaban Islam itu dengan konvensi Adat basandi Syarak, Syarak basandi Kitabullah?

Bagaimanakah rumusan-rumusan Minangkabau tentang kesepakatan ulama, ijmak ulama dan kaum adat yang terdiri dari ahlul akli, ahli adat, ahli ilmu, dan ahlil Isq, membuahkan kesepakatan, sehingga mampu melahirkan Konvensi Adat Basandi Syarak, Syarak basandi Kitabullah.? Kemudian menjadi Ikrar yang tidak lekang karena panas tidak lapuk karena hujan itu? Sehingga agama dan adat dapat tetap utuh dalam kehidupannya selama berabad-abad di tengah-tengah arus perubahan yang juga melanda manusia Minangkabau secara fisik dan piskhologis sejak dahulu? 

Sementara sekarang, kita tidak lagi mampu menjelaskan hubungan antara kedua nilai tersebut dengan baik dan benar. Kecuali disekitar pemahaman dan penyampaian kulit-kulit yang tak lagi mengantarkan konsep-konsep mendatar, melereng, menurun atau mendaki. Sehingga Minangkabau tidak dapat dijabarkan dalam uraian-uraian populer secara baik, sederhana, pas dan benar. 
Apakah benar kutuk biso kawi itu sedang berlaku sekarang, akibat pelang garan sumpah sati nenek moyang, karena para pewarisnya tidak lagi menghormati dan mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan ini, apalagi dalam upaya mengambil sebuah kebijakan negeri ? Akibatnya :

Padi ditanam lalang tumbuah, 
rupo elok hatinyo gilo ?
Kaateh tak bapucuak
ka bawah tak ba-urek, 
di tangah-tangah 
dilariak kumbang ?

Bagaimanakah alam fikiran Minangkabau itu dipahami? Bagaimana kedudukan nan bakumain undang undang dapat menjelaskan berbagai strata sosial, sejarah, seni, dan budaya tradisi Minangkabau itu sendiri ? Sementara, dengungan yang selalu bergetar, diungkapkan bahwa bangsa yang besar selalu menghargai sejarah, dan kebudayaannya. 
Karena bangsa yang tidak menghargai sejarah dan kebudayaannya akan kehilangan kepribadiannya, lalu hanyut diombang ambingkan arus globalisasi. 

Adalah menjadi amat penting pula untuk membangkitkan kesadaran adat dan budaya Minangkabau secara lebih transparan. Mambangkik Batang Tarandam, tidaklah sekedar orasi atau hiasan spanduk bagi upaya mengantisipasi kerisauan-kerisauan di tengah-tengah perpacuan tranformasi budaya yang pesat di abad ini. 
Adalah benar apa yang diungkapkan Levi Strauss, seperti dikutip Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam makalahnya (1997 :2) :

“Kita harus belajar, bagaimana agar sumber dinamika perubahan, kreatifitas, pemerdekaan dan pembangkitan innovasi bisa menjadi penentu, dan tidak malah bertabrakan dengan kebudayaan, tetapi diharapkan mampu menciptakan ko-eksistensi dan harmoni antara budaya” (Buwono X. 1997: 2).

Dok Salimbado Grup: Kutipan dari buku “Silek Kato”, 2007

Tentang YHOHANNES NEOLDY, ST

Seberapa besar kita mengenal diri kita sendiri, tentunya hanya kita yang tau. Kita bisa berbicara A didepan orang mengenai diri kita. tapi bisakah kita mengatkan B pada Hati kita. tentunya tidak sejujurnya kita tidak dapat membohongi hati kita. kita suka terhadap sesuatu tapi dengan berbagai pertimbnagan kita malas mengungkapakan hal tersebut….kenapa dan mengapa??? tentunya hanya kita yang tahu. apakah sebegitu memalukannya hal yang kita inginkan sehingga kita tidak berani dan enggan mengungkapkannya. …saiYah… kLo suRuh descrIbe aBouT mY seLf.. gw seNdiri biNguNg.. seTiaP haRi aDa yG beRubaH.. eNTah yG baIk ataU yaNg buRux.. yG pasti gw bUkaN oRang yaNg meNgikuTi aRus.. BiaR kaN meReka di LUaR saNa beRmaiN deNgan maiNaNnya.. aKu deNgaN maiNaN ku seNdiri.. Gw kadaNg gILa kaDang meLankoLis kadaNg juga sTatis.. haNya terKadaNg hiduP ku teRLalu draMatis tuK ku ceRitaKan.. aKu oRang aNeH yG taK peRnah teRteBak oLeh Ku sendirI keMaNa jaLan yG ku tUju..HaL baRu.. aKu peMbuRu haL baRu.. di dUNia iNi banYak haL yg beLum ku keNaL.. MuNgkiN akaN ku haBis kaN hiduP ku uNTuK iTu daN bersEraH diRi seUtuHnya pada-Nya.. peTuaLaNg.. iTu meMaNg! oRaNg yG maLang.. Ku rasa aKu iNgiN puLaNg.. ke JaLan iTu.. BUkaN meLayaNg” spRti saaT ini.. aKu aneH.. peNuh deNgan diLemaTis.. taPi aKu taU siaPa aKu.. aH ribeT.. neoldy… neoldy… saMa saJa.. sILahkaN kaLIan yG meNiLai.. sUdaH banyaK Kok yaNg meniLai.. tesTi Ku saJa yG kaLIan baca tUk mengeNaL ku.. yG kadaNg giLa kadaNg aneH.. RibeTtttttttttt!!!!!!! PokoknYa yg pEngen taU gMn gW oR6nYa cobaLah utK l3bih deKaT..deKaT..DeKaT..Dekat..terUs..Terus..TerUs bElUm DeKat.. TRus dah ah BaHaYa terLaLu dEkaT……………….”WARNING” Lagi….. Saya lebih suka memulai dari bawah dan mendaki kepuncak dari pada memulai dari puncak dan harus tetap bertahan disana. Berbagai bunga serta kerikil dalam kehidupan ini telah sering aku rasakan, baik itu dalam bentuk cemoohan, cacian, sanjungan, sindiran, pujian, bahkan ada pula dukungan serta tekanan yang membuatku semakin hidup ini menjadi lebih bisa aku maknai. Tapi semua itu hanya pandangan orang dari luar saja, hati ini tak ada yang tau aku merasakan apa saat ini, sakitkah aku, pedihkan aku, teririskah aku atau senangkah aku, bahagiakan aku, ceriakah aku itu semua hanya hatiku yang membawa kemana aku harus melangkah mencari jalan yang benar2 lurus tanpa duri2. Meski kesedihan terus menggantung pada kelopak mata ini berusaha menarik terus dengan kuat air mataku untuk keluar dan terkadang tangisan itu tak bisa ku bendung sampai tersedu-sedu. Aku berjuang dengan tangnku sendiri hanya mama dan nenek ku yang perhatian untukku. Menghormati diri sendiri, mengenal diri sendiri, mengendalikan diri sendiri. Tiga ini saja mengarahkan hidup pada kekuatan yang berddaulat. Ingatlah kebaikan seseorang pada kita Lupakan kesalahan seseorang pada kita Ingatlah kesalahan kita pada orang lain dan Lupakan kebaikan kita pada orang lain jangan berdusta bila tak ingin didustai… Ketika Seseorang melukai hatimu, tulislah diatas pasir agar terhapus angin. Bila kebaikan yang terjadi, pahatlah di atas batu agar tidak terhapus oleh angin. Saat hidup berjalan di luar rencana pasti ada sesuatu keajaiban di dalamnya. Hanya orang-orang yang bisa berfikir jernih yang akan mampu memunculkan ke ajaiban itu dan memahami bawah hidup itu misteri. Kemandirian untuk mengisi waktu muda dengan hal-hal positif dan tidak takut akan adanya perbedaan. Serta kemandirian untuk selalu melahirkan kreatifitas dan inovasi dalam mencari penyelesaian permasalahan, tanpa berharap adanya kesempatan dari orang lain. “Dan jangan terlalu cepat menilai seseorang … apalagi baru bertemu atau cuma melihat dari jauh! Kenali dulu orang itu, baru menilai! Bak pitua urang minang, “KOK NDAK TAU JO GADANG OMBAK CALIEK KAPANTAINYO, KOK NDAK TAU JO GADANG KAYU CALIK KA PANGKANYO” Kehidupan mengajarkan aku untuk bersikap bisa menerima kenyataan pengalaman mengajarkan aku akan arti kejujuran kebenaran tak akan penah terkalahkan oleh satu apapun karna saat kejujuran itu berkata maka kebenaran akan mengungkapkan semuanya salah bagi mereka yang menyalahkan kan arti kejujuran .. salah bagi mereka yang tak memperdulikan kebenaransalah untuk mereka yang menutup mata telinga hati dan pikiran untuk mengetahui kenyataan kejujuran dan kebenaran. Dalam hidup ini butuh perjuangan. Dalam hidup ini perlu pengorbanan. Dan dalam hidup ini aku harus melakukan hal yang benar meskipun berbahaya!!! CINTA KEBAHAGIAAN KASIH SAYANG PERSAHABATAN TUMBUHNYA DARI HATI YANG TULUS. Aku akan mencintai orang yang mencitaiku dan akan menjaga mereka dengan sepenuh hati tidak akan menyakitinya dan lukai hatinya karna cinta semua akan terasa indah cuman GW yang bisa ngedapetin hatinya Saat hidup berjalan di luar rencana pasti ada sesuatu keajaiban di dalamnya. Hanya orang-orang yang bisa berfikir jernih yang akan mampu memunculkan ke ajaiban itu dan memahami bawah hidup itu misteri Uang tidak akan bisa mengembalikan waktu yang telah berlalu. Setelah hari berganti, maka waktu 24jam tersebut akan hilang dan tidak akan mukin akan kembali lagi. Karena itu gunakan setiap kesempatan yang ada untuk menytakan perhatian dan kasih sayang anda kepada orang yang sangat anda sayang dan anda cintai, sebelum waktu itu berlalu dan anda menyesalinya. “Untuk melakukan suatu perubahan bukanlah tugas yg mudah. Kadang kita dihina, dicaci, diremehkan & bahkan difitnah. Kita harus berterimakasih kepada mereka untuk menunjukkan & membuktikan bahwa kita bisa. semua tantangan itu akan dapat teratasi.” Dimana kita berdiri tidak penting, yang penting mau kemana kita akan melangkah. Tentukan tujuan dari sekarang, cintai prosesnya dan mimpikan hasil terbaiknya! Berapa besar kepercayaan orang, ditentukan oleh seberapa besar kejujuran dan kredibilitas kita. Bangun kredebilitas dan tetaplah mengutamakan kebenaran hakiki yang tidak bisa ditawar lagi. Tidak peduli dengan latar belakang keluarga, yang penting kita mau melakukan sesuatu dan kita berada di jalur yang tepat dan mau tumbuh juga berkembang. Orang tua kita siapa itu tidak penting, terpenting kita mau jadi anak yang bagaimana. Tidak peduli masa lalu, yang penting hari ini, esok dan seterusnya. Tak perlu pikirkan buruknya masa lalu, hinannya kita di masa lalu, yang penting kita mau memikirkan dan berubah mulai sekarang untuk hari esok. Tidak peduli siapa diri kita di mata orang lain, yang penting kita mau melihat orang lain dari sisi terbaiknya dan mau melihat diri kita dari sisi terbaik dan terburuknya. Fokuslah pada kelebihan yang kita miliki. Sukses bukan berarti serba bisa! Buah yang akan kita petik, ditentukan dari bagaimana kita menanamnya. Lakukan yang terbaik dan tetaplah konsiten. Bagaimana sekarang kita berproses, maka inilah yang akan menentukan hasil akhir dari semuanya. Tuhan tidak pernah tidur, kuasanya tahu mana hamba-hambanya yang mau melakukan sesuatu dan bekerja keras, berdo’a dan meyakini bahwa tuhan akan ikut campur tangan untuk hal-hal yang diluar kemampuan kita. Tetaplah optimis dan lakukanlah yang terbaik. Seberapa besar mimpi kita itu tidak penting, yang penting seberapa besar sesuatu yang kita kerjakan dan seberapa tepat kita melakukannya. Timing! “Bukanlah seorang pemuda yang mengatakan INI BAPAK SAYA. Tapi pemuda adalah seorang yang mengatakan INILAH SAYA”
Pos ini dipublikasikan di Minangkabau. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s