Pohon Ranji Silsilah Keturunan Raja-Raja Kerajaan Kesultanan Indrapura


Naskah Ranji Silsilah Keturunan Kerajaan Kesultanan Indrapura ini, isinya terdiri atas beberapa bagian, antara lain :

1. Kepala Ranji
Kepala ranji dimulai dari nama : 

Sulthan Jamalul Alam, 
Yang Dipertuan Daulat Khalifatullah, 
Iskandar Alam Ibnu Adam Alaihis Salam, menurunkan : 

Sulthan Maharajo Alif, Kerajaan Di Banua Ruhum, 
Sulthan Maharajo Depang, Kerajaan di Tibet Banua Cina, dan 
Sulthan Jamalul Alam Daulat Yang Dipertuan Sri Maharajo Dirajo, Kerajaan di Pulau Linggapuri, dekat Kaki Gunung Marapi. 

Dari Sulthan Sri Maharajo Dirajo ini, kemudian diturunkan Sultan Nan Salapan yang akan menjadi raja di rantaunya masing-masing, sesuai dengan penyebaran wilayah yang telah disebutkan dalam Tambo Sultan Nan Salapan tersebut. Dan salah seorang putranya adalah yang diturunkan kembali ke Kerajaan Kesultanan Indrapura, yakni :

Sulthan Muhyiddinsyah Daulat Jamalul Alam 
Sri Maharajo Dirajo Muhammadsyah Kerajaan di Indrapura. 

2. Asal Usul Berdirinya Sultan-Sultan dan Silsilah Keturunan.

a. Sultan Taj’ul Alamsyah 

Di dalam Ranji Silsilah Keturunan Raja-Raja Kerajaan Kesultanan Indrapura, dituliskan keterangan yang transkripsi bebasnya sbb. : 

Bismillahirrahmanirrahim

Ketentuan asal usul usali berdirinya Sultan-Sultan dalam kerajaan Indopuro Khalifatullah di ateh bumi Nabi Adam As. Khalifatullah Nabih As. nan mulo-mulo mambuek pelang disusun di ateh bukit Thursina dan nan mulo-mulo manjadi urang palayaran yaitu : Sulthan Iskandar Dzulkarnain Daulatullah Fil Alam Nusyirwan Adil, Rajo Masyrik dan Maghrib. Sultan Maharajo Alif kerajaan di benua Ruhum. Sultan Sri Maharajo Depang kerajaan di Tibet benua Cina. Sultan Sri Maharajo Dirajo kerajaan di Pulau Linggapuri di lereng Gunung Merapi, Lagundi Nan Baselo, Sawah Satampang Banieh, Pariangan Padang Panjang. Khalifatul Alam Sultan Muhammadsyah kerajaan di Indopuro, syahdan Sultan, Rajo yang berdiri dengan sendirinyo, rajo nan tidak dapek dikilek, tidak dapek dikiek, tidak dapek disilek, tidak dapek dibuek mempunyai ahli waris turun temurun. (perlu uraian khusus untuk pencerahannya – pen)

Pada bagian lain dalam naskah ranji diterangkan bahwa pada masa periode Pariangan Padang Panjang, yakni : 

Sebelum jurai menjadi Luhak dan belum bernama Luhak Nan Tigo dan belum terbentuknya dua kelarasan Koto Piliang dan Bodi Caniago, maka yang berkuasa pada masa itu disebut: Daulat Mahkota Sulthan Sri Maharajo Dirajo, yang berpusat di Lagundi Nan Baselo, di Puncak Gunung Merapi. Disitulah berdirinya Kerajaan Sulthan Tajul Alamsyah. 
Maksudnya, sebelum adanya Pagaruyung, dan alam ini belum bernama Minangkabau. Pada kepala/puncak naskah ranji dicatat nama gelar lengkapnya sebagai Sulthan Jamalul Alam Sulthan Daulat Sri Maharjo Dirajo Asli Kerajaan Di Pulau Linggapuri Dekat Kaki Gunung Marapi. Salah satu catatan dalam naskah ranji menguraikan sebagai berikut :

Bismillahirrahmanirrahim.

Al-kisah sabalun jurai manjadi luhak dan balun banamo Luhak Nan Tigo dan balun adoh duo kalarasan karano balun lahie lagi ka dunia Datuak Katumanggungan dan Datuak Parpatih Nan sabatang. Adopun nan bakuaso samaso itu disabut Daulat Mahkota Sulthan Sri Maharjo Dirajo Kerajaan Di Pulau Linggapuri, kamudian banamo Pulau Amas, Pulau Perca, Lagundi Nan Baselo, yaitu Puncak Gunuang Marapi. Disitulah banamo Kerajaan Sulthan Tajul Alamsyah. Pado maso itu balun ado namo kerajaan Pagaruyung dan alam ini balum banamo Minangkabau. Yang Ulia Daulat Sulthan Sri Maharajo Dirajo berlayar mengarungi lautan dengan sebuah rakit sampai ke bukit Seguntang-guntang dan sampai ke sebuah pulau berisi binatang buas (binatang singa). Oleh karena sakti dan keramatnya Sulthan sekalian binatang itu sujud dan mencium tangan Sulthan dan sehingga binatang singa (simbol komunitas-pen) beliau jadikan kendaraan mengelillingi pulau itu. Maka pulau itu beliau beri nama Singapura. Seterusnya beliau jadikan negeri dan seterusnya beliau juga membuat negeri Johor, Malaka dan Patani dan lain-lain dan disinilah beliau Sulthan Sri Maharajo Dirajo meninggal dunia yang fana, kembali kekampung akhirat kampung yang kekal. Dan beliau inilah yang menurunkan kerajaan Sulthan Negeri Sembilan dan disinilah pula pangkalnya hubungan keluarga Minangkabau dan Kerajaan Indrapura dengan kerajaan Negeri Sembilan Malaya. 

Sebagai sebuah kerajaan yang raja-raja serta penduduknya telah memeluk agama Islam, dan merupakan sebuah kerajaan kesultanan terbesar yang menguasai seluruh wilayah Sumatera dan beberapa kepulauan sekitarnya di Nusantara ini, Kerajaan Sulthan Taj’ul Alamsyah (Sultan Mahkota Alam-pen) dibagi atas Delapan Wilayah Jajahan (Pertahanan) yang masing-masingnya memiliki otonomi sendiri dan menurunkan Sulthan-Sulthan yang berkuasa di masing-masing wilayahnya sampai ke rantaunya. 
Kemudian pada zaman berikutnya terjadi beberapa kali perpindahan kedudukan raja-raja yang berkuasa sampai kepada zaman kerajaan yang berpusat di Pagaruyung, . Demikian pula kemudian, terjadi pergeseran nilai-nilai keagamaan dari Hindu Budha menjadi Islam, khususnya di kalangan keluarga istana, berlanjut kepada pergeseran sistem pemerintahan yang disesuaikan dengan nilai-nilai ajaran agama Islam secara bertahap. Tatanan tersebut akhirnya membentuk sistem pemerintahan dengan struktur lembaga kekuasaan berpusat di Pariangan. 
Bahkan didirikan pula kerajaan-kerajaan rantau yang baru, terutama masih pada zaman Paduka Besar Datuk Ketumangguangan dengan gelar Sultan sebagai Al-Malik Al-Akbar dan Datuk Perpatih Nan Sabatang, dengan gelar Sultan Indra Alam. (disebut dalam tambo Sultan Nan Salapan-pen). Jumlahnya menjadi sepuluh sampai dua belas kerajaan-kerajaan rantau yang memiliki otonomi wilayah kerajaan/ kesultanan sendiri. 
Banyak tambo tambo Minangkabau mencatat keberadaan kerajaan rantau (Sultan Nan Salapan) sebagai wilayah pertahanan, seperti juga yang tertulis dalam naskah Ranji Silsilah Keturunan Keluarga Ahli Waris Kerajaan Kesultanan Indrapura. (bersambung) … 

Doc. Salimbado Grup : Emral Djamal Dt. Rajo Mudo :Manasa, Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara di Wisma Syahida UIN Syarif Hidayatulah, Ciputat Jakarta 26-28 Juli 2004

Tentang YHOHANNES NEOLDY, ST

Seberapa besar kita mengenal diri kita sendiri, tentunya hanya kita yang tau. Kita bisa berbicara A didepan orang mengenai diri kita. tapi bisakah kita mengatkan B pada Hati kita. tentunya tidak sejujurnya kita tidak dapat membohongi hati kita. kita suka terhadap sesuatu tapi dengan berbagai pertimbnagan kita malas mengungkapakan hal tersebut….kenapa dan mengapa??? tentunya hanya kita yang tahu. apakah sebegitu memalukannya hal yang kita inginkan sehingga kita tidak berani dan enggan mengungkapkannya. …saiYah… kLo suRuh descrIbe aBouT mY seLf.. gw seNdiri biNguNg.. seTiaP haRi aDa yG beRubaH.. eNTah yG baIk ataU yaNg buRux.. yG pasti gw bUkaN oRang yaNg meNgikuTi aRus.. BiaR kaN meReka di LUaR saNa beRmaiN deNgan maiNaNnya.. aKu deNgaN maiNaN ku seNdiri.. Gw kadaNg gILa kaDang meLankoLis kadaNg juga sTatis.. haNya terKadaNg hiduP ku teRLalu draMatis tuK ku ceRitaKan.. aKu oRang aNeH yG taK peRnah teRteBak oLeh Ku sendirI keMaNa jaLan yG ku tUju..HaL baRu.. aKu peMbuRu haL baRu.. di dUNia iNi banYak haL yg beLum ku keNaL.. MuNgkiN akaN ku haBis kaN hiduP ku uNTuK iTu daN bersEraH diRi seUtuHnya pada-Nya.. peTuaLaNg.. iTu meMaNg! oRaNg yG maLang.. Ku rasa aKu iNgiN puLaNg.. ke JaLan iTu.. BUkaN meLayaNg” spRti saaT ini.. aKu aneH.. peNuh deNgan diLemaTis.. taPi aKu taU siaPa aKu.. aH ribeT.. neoldy… neoldy… saMa saJa.. sILahkaN kaLIan yG meNiLai.. sUdaH banyaK Kok yaNg meniLai.. tesTi Ku saJa yG kaLIan baca tUk mengeNaL ku.. yG kadaNg giLa kadaNg aneH.. RibeTtttttttttt!!!!!!! PokoknYa yg pEngen taU gMn gW oR6nYa cobaLah utK l3bih deKaT..deKaT..DeKaT..Dekat..terUs..Terus..TerUs bElUm DeKat.. TRus dah ah BaHaYa terLaLu dEkaT……………….”WARNING” Lagi….. Saya lebih suka memulai dari bawah dan mendaki kepuncak dari pada memulai dari puncak dan harus tetap bertahan disana. Berbagai bunga serta kerikil dalam kehidupan ini telah sering aku rasakan, baik itu dalam bentuk cemoohan, cacian, sanjungan, sindiran, pujian, bahkan ada pula dukungan serta tekanan yang membuatku semakin hidup ini menjadi lebih bisa aku maknai. Tapi semua itu hanya pandangan orang dari luar saja, hati ini tak ada yang tau aku merasakan apa saat ini, sakitkah aku, pedihkan aku, teririskah aku atau senangkah aku, bahagiakan aku, ceriakah aku itu semua hanya hatiku yang membawa kemana aku harus melangkah mencari jalan yang benar2 lurus tanpa duri2. Meski kesedihan terus menggantung pada kelopak mata ini berusaha menarik terus dengan kuat air mataku untuk keluar dan terkadang tangisan itu tak bisa ku bendung sampai tersedu-sedu. Aku berjuang dengan tangnku sendiri hanya mama dan nenek ku yang perhatian untukku. Menghormati diri sendiri, mengenal diri sendiri, mengendalikan diri sendiri. Tiga ini saja mengarahkan hidup pada kekuatan yang berddaulat. Ingatlah kebaikan seseorang pada kita Lupakan kesalahan seseorang pada kita Ingatlah kesalahan kita pada orang lain dan Lupakan kebaikan kita pada orang lain jangan berdusta bila tak ingin didustai… Ketika Seseorang melukai hatimu, tulislah diatas pasir agar terhapus angin. Bila kebaikan yang terjadi, pahatlah di atas batu agar tidak terhapus oleh angin. Saat hidup berjalan di luar rencana pasti ada sesuatu keajaiban di dalamnya. Hanya orang-orang yang bisa berfikir jernih yang akan mampu memunculkan ke ajaiban itu dan memahami bawah hidup itu misteri. Kemandirian untuk mengisi waktu muda dengan hal-hal positif dan tidak takut akan adanya perbedaan. Serta kemandirian untuk selalu melahirkan kreatifitas dan inovasi dalam mencari penyelesaian permasalahan, tanpa berharap adanya kesempatan dari orang lain. “Dan jangan terlalu cepat menilai seseorang … apalagi baru bertemu atau cuma melihat dari jauh! Kenali dulu orang itu, baru menilai! Bak pitua urang minang, “KOK NDAK TAU JO GADANG OMBAK CALIEK KAPANTAINYO, KOK NDAK TAU JO GADANG KAYU CALIK KA PANGKANYO” Kehidupan mengajarkan aku untuk bersikap bisa menerima kenyataan pengalaman mengajarkan aku akan arti kejujuran kebenaran tak akan penah terkalahkan oleh satu apapun karna saat kejujuran itu berkata maka kebenaran akan mengungkapkan semuanya salah bagi mereka yang menyalahkan kan arti kejujuran .. salah bagi mereka yang tak memperdulikan kebenaransalah untuk mereka yang menutup mata telinga hati dan pikiran untuk mengetahui kenyataan kejujuran dan kebenaran. Dalam hidup ini butuh perjuangan. Dalam hidup ini perlu pengorbanan. Dan dalam hidup ini aku harus melakukan hal yang benar meskipun berbahaya!!! CINTA KEBAHAGIAAN KASIH SAYANG PERSAHABATAN TUMBUHNYA DARI HATI YANG TULUS. Aku akan mencintai orang yang mencitaiku dan akan menjaga mereka dengan sepenuh hati tidak akan menyakitinya dan lukai hatinya karna cinta semua akan terasa indah cuman GW yang bisa ngedapetin hatinya Saat hidup berjalan di luar rencana pasti ada sesuatu keajaiban di dalamnya. Hanya orang-orang yang bisa berfikir jernih yang akan mampu memunculkan ke ajaiban itu dan memahami bawah hidup itu misteri Uang tidak akan bisa mengembalikan waktu yang telah berlalu. Setelah hari berganti, maka waktu 24jam tersebut akan hilang dan tidak akan mukin akan kembali lagi. Karena itu gunakan setiap kesempatan yang ada untuk menytakan perhatian dan kasih sayang anda kepada orang yang sangat anda sayang dan anda cintai, sebelum waktu itu berlalu dan anda menyesalinya. “Untuk melakukan suatu perubahan bukanlah tugas yg mudah. Kadang kita dihina, dicaci, diremehkan & bahkan difitnah. Kita harus berterimakasih kepada mereka untuk menunjukkan & membuktikan bahwa kita bisa. semua tantangan itu akan dapat teratasi.” Dimana kita berdiri tidak penting, yang penting mau kemana kita akan melangkah. Tentukan tujuan dari sekarang, cintai prosesnya dan mimpikan hasil terbaiknya! Berapa besar kepercayaan orang, ditentukan oleh seberapa besar kejujuran dan kredibilitas kita. Bangun kredebilitas dan tetaplah mengutamakan kebenaran hakiki yang tidak bisa ditawar lagi. Tidak peduli dengan latar belakang keluarga, yang penting kita mau melakukan sesuatu dan kita berada di jalur yang tepat dan mau tumbuh juga berkembang. Orang tua kita siapa itu tidak penting, terpenting kita mau jadi anak yang bagaimana. Tidak peduli masa lalu, yang penting hari ini, esok dan seterusnya. Tak perlu pikirkan buruknya masa lalu, hinannya kita di masa lalu, yang penting kita mau memikirkan dan berubah mulai sekarang untuk hari esok. Tidak peduli siapa diri kita di mata orang lain, yang penting kita mau melihat orang lain dari sisi terbaiknya dan mau melihat diri kita dari sisi terbaik dan terburuknya. Fokuslah pada kelebihan yang kita miliki. Sukses bukan berarti serba bisa! Buah yang akan kita petik, ditentukan dari bagaimana kita menanamnya. Lakukan yang terbaik dan tetaplah konsiten. Bagaimana sekarang kita berproses, maka inilah yang akan menentukan hasil akhir dari semuanya. Tuhan tidak pernah tidur, kuasanya tahu mana hamba-hambanya yang mau melakukan sesuatu dan bekerja keras, berdo’a dan meyakini bahwa tuhan akan ikut campur tangan untuk hal-hal yang diluar kemampuan kita. Tetaplah optimis dan lakukanlah yang terbaik. Seberapa besar mimpi kita itu tidak penting, yang penting seberapa besar sesuatu yang kita kerjakan dan seberapa tepat kita melakukannya. Timing! “Bukanlah seorang pemuda yang mengatakan INI BAPAK SAYA. Tapi pemuda adalah seorang yang mengatakan INILAH SAYA”
Pos ini dipublikasikan di Minangkabau. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s