PERAN BUNDO KANDUANG TERHADAP GADIH MINANG DALAM MELESTARIKAN BUDAYA BAJU KURUANG BASIBA


 Oleh : DERI SAPUTRA

  1. Makna Bundo Kanduang

Sumatera Barat ada suatu suku bangsa yang di sebut Minangkabau. Sebagian orang menyebutkan asal kata Minangkabau memiliki banyak arti di antaranya ” menang adu kerbau”, ada juga yang mengatakan ”menang kerbau”, bahkan ada pula yang mengatakan Minangkabau berasal dari senjata tajam yang dipasangkan pada tanduk kerbau. Versi lain ada juga yang mengatakan bahwa Minangkabau tidak berasal dari kata adu kerbau namun suda ada sejak dulu, hal ini tercermin dengan bangunan rumah adatnya yang bergonjong. Lepas dari semua versi yang ada, yang jelas suka bangsa ini lebih suka menyebut daerah kita adalah ” Ranah Minang ” dan bukan ” Ranah Kebau ”. Sementara dalam pergaulan antar suku orang minangkabau dengan sesamanya menyebut diri ” Urang Awak ” artinya ” Orang Kita ”.

Setiap suku bangsa mempunyai tradisi dan budaya, tak terkecuali dengan minangkabau salah satu suku bangsa yang terkenal dengan “adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah-nya” ungkapan ini menegaskan bahwa setiap orang berdarah minang adalah muslim yang taat dan patuh kepada Al-qur’an dan bertuhankan kepada allah. Disamping semua itu minangkabau dikenal dengan keelokan bahasa, pakaian, adat-istiadat dan ditambah dengan bentang alam nun hijau sejauh mata memandang.

Orang minangkabau sangat unik dan khas karena prinsip keturunan yang di anutnya dengan suku bangsa yang ada di indonesia, yaitu matriliniel yang artinya megikuti garis keturunan ibu (perempuan), oleh karena itu perempuan minangkabau memiliki kedudukan dan peranan dalam adat-istiadat yang ditumbuh-kembangkan oleh masyarakat. Bahkan di minangkabau juga ada panggilan tertentu untuk perempuan atau ibu yaitu Bundo Kanduang dan juga minangkabau memiliki baju khas tersendiri yaitu pakaian Baju Kurung Basiba.

Bundo kanduang adalah ibu sejati atau ibu kanduang, tapi secara makna Bundo Kanduang adalah pemimpin wanita di Minangkabau, yang menggambarkan sosok seorang perempuan bijaksana yang membuat adat Minangkabau lestari semenjak zaman sejarah dulu hingga zaman adat yang ada saat sekarang yang ada di Minangkabau. Gelar ini diwariskan secara turun-menurun di Minangkabau dan dipilih pada lembaga Bundo Kanduang Sumatera Barat. Istri seorang Datuk kadang-kadang juga disebut sebagai Bundo Kanduang untuk suku.

Mubes ke-9 LKAAM dan ke-7 Bundo Kanduang Sumatera Barat pada bulan Juni 2010 telah menetapkan Puti Reno Raudhah Thaib (Upita Agustine) sebagai Ketua Umum Bundo Kanduang Sumatera Barat yang ke-7, menggantikan Nur Ainas Abidzar. Dalam pidatonya, Puti Reno mengatakan, peran bundo kanduang ke depan harus lebih ditingkatkan lagi dalam hal pembinaan nilai-nilai budaya dan adat Minang Kabau pada anak kemenakan. “Semua tidak terlepas dari dukungan semua pihak dalam memberikan dukungan kepada lembaga Bundo Kanduang,” ujarnya. (antara-sumbar.com). Dari penjelasan tersebut terlihat bahwa bundo kanduang di Minangkabau mempunyai peran penting dalam perkembangan zaman serta dalam pelestarian adat Minangkabau terhadap kaum muda perempuan atau gadih minang khususnya di Tanah Datar.

  1. Makna Gadih Minang ( Gadis Minang )

Gadih Minang merupakan panggilan untuk para gadis atau perempuan remaja di Minangkabau, artinya adalah perempuan yang masih dalam masa transisi perubahan antara anak-anak ke remaja, dan masa masa remaja ini akan berakhir pada usia 20 tahun. Pada masa perubahan ini, emosi para remaja tidak stabil dan tidak terkendali sehingga membutuhkan bimbingan dan arahan dari para orang yg lebih dewasa dalam hal ini tidak terlepass dari peran bundo kanduang.

Masa remaja dapat dibagi menjadi menjadi masa remaja awal ( usia dari 12 tahun sampai dengan usia 17 tahun ) sedangkan masa remaja akhir ( usia dari 17 tahun hingga usia 20 tahun ). Masa remaja awal dan akhir dibedakan karena pada masa remaja akhir individu telah mencapai transisi perkembangan yang lebih mendekati masa dewasa . Pada masa remaja terjadi proses perkembangan meliputi perubahan-perubahan yang berhubungan dengan perkembangan psikoseksual, dan juga terjadi perubahan dalam hubungan dengan orangtua dan cita-cita mereka, dimana pembentukan cita-cita merupakan proses pembentukan orientasi masa depan

  1. Makna Budaya

Kata budaya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai pikiran, akal budi atau adat-istiadat. Secara tata bahasa, pengertian kebudayaan diturunkan dari kata budaya yang cenderung menunjuk pada pola pikir manusia. Kebudayaan sendiri diartikan sebagai segala hal yang berkaitan dengan akal atau pikiran manusia, sehingga dapat menunjuk pada pola pikir, perilaku serta karya fisik sekelompok manusia. kebudayaan adalah seluruh sistem gagasan dan rasa, tindakan, serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat, yang dijadikan miliknya dengan belajar”. Pengertian tersebut berarti pewarisan budaya-budaya leluhur melalui proses pendidikan.

BUDAYA adalah Kristalisasi Perilaku kelompok manusia yang berjalan dan berlaku dalam tataran Ribuan bahkan Jutaan tahun lamanya yang juga berjalan secara waris turun-temurun sehingga menjadi ciri-khas kelompok itu misalnya minang, Jowa, Sunda, Batak, Ambon dan etnis lainnya dalam Negara ini. Dalam aspek Budaya memiliki rentang makna dan kandungan energy yang luas dan luar biasa yang merupakan Spirit hidup dan kehidupan yang match dengan energy alam dimana kelompok itu berada! jadi tindakan meniadakan ataupun mengganti Budaya lokal dengan Budaya Luar dari manapun budaya itu berasal memiliki arti kita bunuh diri dan akan menghancurkan dunia ini sendiri, Jadi budaya adalah Tradisi dengan nilai yang lengkap dan adiluhung yang mampu memberi kebaikan bagi alam seisinya dan memberi rasa damai sejati bagi pelaku/penghayat budaya.

Budaya lebih Sepuh dari Agama maka Agama tidak boleh meniadakan Budaya apapun alasannya karena hakekatnya Agama makin meluhurkan Budaya itu sendiri !!Dengan kedalaman budaya akan menghidupkan alat Signal yang memang ada dalam diri manusia dimana dengan alat ini mahluk mampu pergi dan kembali keasal dia berada serta memiliki kemampuan berdialog dengan Alam. Jadi alat ini dapat dikatakan sebagai Alat Penentu Arah Hidup Kedepan .

Beberapa pengertian kebudayaan berbeda dengan pengertian di atas, yaitu:

  1. Kebudayaan adalah cara berfikir dan cara merasa yang menyatakan diri dalam seluruh segi kehidupan sekelompok manusia yang membentuk kesatuan sosial (masyarakat) dalam suatu ruang dan waktu.
  2. Kebudayaan sebagai keseluruhan yang mencakup pengetahuan kepercayaan seni, moral, hukum, adat serta kemampuan serta kebiasaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat.
  3. Kebudayaan merupakan hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya yaitu masyaraakat yang menghasilkan tekhnologi dan kebudayaan kebendaan yang terabadikan pada keperluan masyarakat. Rasa yang meliputi jiwa manusia yaitu kebijaksanaan yang sangat tinggi di mana aturan kemasyarakatan terwujud oleh kaidah-kaidah dan nilai-nilai sehingga denga rasa itu, manusia mengerti tempatnya sendiri, bisa menilai diri dari segala keadaannya.

Pengertian kebudayaan tersebut mengispirasi penulis untuk menyimpulkan bahwa; akal adalah sumber budaya, apapun yang menjadi sumber pikiran, masuk dalam lingkup kebudayaan. Karena setiap manusia berakal, maka budaya identik dengan manusia dan sekaligus membedakannya dengan makhluk hidup lain. Dengan akal manusia mampu berfikir, yaitu kerja organ sistem syaraf manusia yang berpusat di otak, guna memperoleh ide atau gagasan tentang sesuatu. Dari akal itulah muncul nilai-nilai budaya yang membawa manusia kepada ketinggian peradaban.

Dengan demikian, budaya dan kebudayaan telah ada sejak manusia berpikir, berkreasi dan berkarya sekaligus menunjukkan bagaimana pola berpikir dan interpretasi manusia terhadap lingkungannya. Dalam kebudayaaan terdapat nilai-nilai yang dianut masyarakat setempat dan hal itu memaksa manusia berperilaku sesuai budayanya. Antara kebudayaan satu dengan yang lain terdapat perbedaan dalam menentukan nilai-nilai hidup sebagai tradisi atau adat istiadat yang dihormati. Adat istiadat yang berbeda tersebut, antara satu dengan lainnya tidak bisa dikatakan benar atau salah, karena penilaiannya selalu terikat pada kebudayaan tertentu.

Kebudayaan sangat berpengaruh terhadap kepribadian seseorang, begitu pula sebaliknya. Di dalam pengembangan kepribadian diperlukan kebudayaan, dan kebudayaan akan terus berkembang melalui kepribadian tersebut. Sebuah masyarakat yang maju, kekuatan penggeraknya adalah individu-individu yang ada di dalamnya. Tingginya sebuah kebudayaan masyarakat dapat dilihat dari kualitas, karakter dan kemampuan individunya.

Manusia dan kebudayaan adalah dua hal yang saling berkaitan. Manusia dengan kemampuan akalnya membentuk budaya, dan budaya dengan nilai-nilainya menjadi landasan moral dalam kehidupan manusia. Seseorang yang berperilaku sesuai nilai-nilai budaya, khususnya nilai etika dan moral, akan disebut sebagai manusia yang berbudaya. Selanjutnya, perkembangan diri manusia juga tidak dapat lepas dari nilai­nilai budaya yang berlaku.

Kebudayaan dan masyarakatnya memiliki kekuatan yang mampu mengontrol, membentuk dan mencetak individu. Apagi manusia di samping makhluk individu juga sekaligus makhluk sosial, maka perkembangan dan perilaku individu sangat mungkin dipengaruhi oleh kebudayaan. Atau boleh dikatakan, untuk membentuk karakter manusia paling tepat menggunakan pendekatan budaya.

  1. Makna Baju Kurung Basiba

Banyak hal lain yang bisa menggambarkan seperti apa itu minangkabau, salah satunya adalah Baju Kurung Basiba. Baju Kurung adalah baju yang dipakai oleh Gadih (Gadis) Minang dan Bundo Kanduang dimasa lalu. Dari referensi yang ada baju kurung itu sendiri adalah sebuah baju yang longgar dan dalam sehingga menutupi seluruh aurat wanita, karna islam menyuruh umatnya untuk menutupi auratnya sehingga tidak memancing nafsu orang yang melihatnya dan baju kurung dirasa tepat untuk mencerminkan hal itu. Inilah yang menampah keelokan wanita minangkabau.

Ketentuan adat dalam berpakaian terlihat sama dengan ketentuan Islam. Dalam tata cara berpakaian Islam menetapkan:

  1. Pakaian harus menutup aurat yaitu, seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan sebagaiman yang disebutkan dalam sebuah hadits yang berarti, “ Hai Asma sesungguhnya seorang perempuan apabila telah cukup umur, tidak pantas terlihat tubuhnya kecuali ini dan itu, seraya Rasulullah menunjukan dengan isyarat pada muka dan telapak tangannya. (HR Abu Daud dan ‘Aisyah ra).
  2. Tidak memperlihatkan bentuk tubuh, tidak tembus pandang, tidak menarik perhatian (Q. S.An-Nur 31 dan al-Ahzab 59.
  3. Tidak seperti dandanan orang Jahiliyah Qs. Al-Ahzab, 33.
  4. Tidak menyerupai pakaian lawan jenis (hadits) yang artinya “ Dari Abu hurairah ia berkata; “ Rasulullah Saw mengutuk laki-laki yang memakai pakaian perempuan dan perempuan yang memakai pakaian laki-laki

Dari uraian di atas tampak jelas bahwa agama pun mengajak para kaum hawa untuk menutup auratnya kecuali muka dan telapak tangan, menggunakan pakaian yang tidak tembus pandang, serta tidak menarik perhatian lawan jenis. Pakaian yang digunakan tidak diizinkan menyerupai pakaian lawan jenis, hadist di atas jelas mengatakan bahwa Nabi Muhammad sangat mengutuk perempuan yang menggunakan pakaian yang menyerupai pakaian lawan jenisnya, dan begitu pun sebaliknya.

Terlihatnya corak warna yang rupawan pada baju khas Minangkabau, yang membuat mata sejuk memandang. Baju Kurung atau baju kurung basiba merupakan pakaian kaum perempuan Minangkabau yang sudah dikenal identitasnya dan menjadi identitas perempuan Minang. Baju kurung adalah pakaian Bundo Kanduang sebagai Limpapeh Rumah Nan Gadang, keistimewaan baju kurung basiba adalah longgar dipakai, sehingga tidak membentuk lekuk tubuh. Sebagai wanita Minang yang menjunjung Adat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabulah (ABS-SBK), tentunya pakaian ini sangat mendukung. Berbagai motif dan corak melalui sulaman tangan adalah ciri khas bahan dasar baju kurung yang dikerjakan di rumah oleh perempuan dan gadis-gadis Panampuang di Ampek Angkek.

Identitas orang gadih Minang terlihat dari keelokan pakaiannya, pakaian yang tidak mengumbar aurat, dan pakaian yang selalu menjaga pandangan masyarakat, tidak berbau pornografi. Mengharumkan kebiasaan bundo kanduang dalam berpakaian. Cemoohan sering berpihak kepada setiap ada yang memakai baju basiba di minang ini, mengingat sebagai baju “rang sisuak” juga tidak modis dan tidak menampakkan bentuk lekuk tubuh, kurang mempesona, dan kurang sedap di pandang mata, ungkapan ini selalu terlontar dari mulut yang belum memahami secara baik keberadaannya sebagai gadis minang.

Makna dari baju kurung basiba adalah, Kata Basiba berasal dari tiga tanda jahitan yang berawal dari ujung ketiak wanita yang di kasih pita (bis) yang sesuai dengan warna baju, dan di tambah lagi dengan lipatan yang indah sebagai penghias baju di bagian pasangan baju (rok), tak banyak literatur tentang keberadaan baju basiba pada muasalnya di ranah minang ini, banyak sekali perbedaan yang terlihat dari baju kurung yang ada di minang ini, baju basiba juga termasuk kedalam daftar baju kurung yang longgar, tidak bersaku, dan panjang baju di bawah lutut. Pembuatan baju basiba di perkirakan dalam ukuran 4 samapi 8 cm. Tanpa kopnat, dan tanpa sempit.

Pakaian basiba, sama-sama kita lihat masih di pertahankan oleh daerah Padang Panjang, pakaian ini hampir semua sekolah-sekolah, pesantren, masyarakat yang memakainya. Ternyata di balik longgarnya baju basiba telah memberikan makna yang luar biasa sekali, selain tidak mengubar aurat, juga sangat terlihat sopan, anggun, cantik, mempesona, dan banyak rahasia yang tersimpan dalam ke-eksotisan baju peninggalan bundo kanduang itu. Dan apakah keterasingan di negeri sendiri akan berbuah manis?

Padang Panjang merupakan daerah yang masih mempertahankan warisan budaya, daerah yang masyarakatnya sering memakai baju basiba keseharian. Di sepanjang jalan terlihatlah wanita yang elok dengan baju yang indah lagi longgar. Terpancarlah identitas gadis minang yang selama ini masyarakat luas selalu mengatakan nagari Minangkabau telah tiada yang ada hanya reingkarnasi. Keuntungan memakai baju basiba pertama dijauhkan dosa, tidak terkena kanker serviks, mengingat semakin sering memakai baju ketat beresiko buruk bagi wanita, di hargai, tampilan yang anggun, di hormati dan tentu mendapatkan perlindungan langsung bagi mata jahil memandang.

Bagaimana pada hari ini? Hari ini baju kurung basiba mulai luntur dan hilang ditinggalkan oleh masyarakat minangkabau karna ditelan kemajuan zaman, ditambah parah oleh kurangnya kesadaran dari berbagai pihak untuk berusaha melestarikannya, kalaupun ada maka tidak banyak yang berusaha melestarikannya. Orientasi sekarang cendrung mengikuti budaya luar yang sangat timpang dengan budaya minangkabau, sejatinya setiap perempuan minang itu memakai pakaian yang menutup aurat tetapi yang terjadi hari ini adalah sebaliknya pakaian ketat “yu can see” rambut yang terurai sehingga mengundang hawa nafsu orang yang melihatnya, sungguh menyedihkan bagi minangkabau sendiri.

Dalam hal ini adalah baju kurung, dan dalam pepatah adat disebutkan “ Kain pandindiang miang, ameh pandindiang malu” (kain pendinding / pembatas miang, emas pendinding / penutup malu ) artinya pakaian itu betul-betul menutup seluruh tubuh agar tidak terkena oleh bahaya alam dan Islam menegaskan tidak memberi ransangan seksual bagi lawan jenisnya, jadi adat dan agama sejalan, dalam hal ini adala baju kurung, baju lapang, basiba.

  1. Peran Bundo Kanduang Dalam Melestarikan Baju Kurung Basiba Terhadap Gadis Minang

Esensi “adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah” itu sudah hilang bersih diterpa angin. Supaya hal ini tidak terus berkelanjutan diperlukan kesadaran pada diri untuk terus melestarikan setiap aspek dari kebudayaan. Yang berlalu biarkan berlalu, memang benar tapi apakah akan terus berkelanjutan seperti ini ? tidakkah ada pelajaran yang dapat dipetik, bukankah hal yang sudah terjadi harus dipahami dan dimaknai secara mendalam.

Berkembangnya tren mode setiap saat untuk menampilkan sesuatu yang baru dan terkini, memberi peluang besar bagi bundo kanduang untuk memperkenalkan bahkan memasyarakatkan kembali produk lokal seperti halnya baju kurung basiba. Ketika membahas perihal busana baju kurung basiba, sebenarnya secara sadar kita dihadapkan pada diskursus tentang salah salah satu khazanah teks mahal dalam kebudayaan kita, yakni yang dinamakan dengan budaya lokal. Dalam perspektif kutural, budaya local sangat penting keberadaannya, terutama ketika dikaitkan dengan persoalan mengenai masalah identitas, artinya busana baju kurung ini masih layak untuk dilestarikan kembali sebagai wujud hasil budaya daerah terutama identitas budaya minangkabau.

Adapun upaya yang dapat dilakukan oleh Bundo Kanduang dalam melestarikan budaya Lokal Minangkabau adalah sebagai berikut:

  1. Melakukan Modifikasi terhadap baju kuruang Basiba

Perubahan sebagai bentuk perwujudan era modern dan globalisasi berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk di dalamnya seni budaya yang bersifat lokal. Pengaruh kemajuan ilmu dan teknologi tidak terhindarkan yang mengakibatkan budaya-budaya lokal dihadapkan dengan budaya asing melalui media cetak dan elektronik. Sebagai akibat dari timbul dilemma tersbut terjadilah peembaharuan tradisi dan modernisasi antara mempertahankan budaya lokal yang bersifat tradisi dengan menerima budaya asing sebagai tradisi baru. Dalam kehidupan global, bidaya dan potensi lokal termasuk di dalamnya baju kurung basiba yang pada hakekatnya dapat diperhitungkan sebagai realita budaya yang mampu untuk memberikan identitas budaya minangkabau. Dalam hal ini hendaknya baju kurung basiba dapat dihadirkan kembali sebagai sumber inspirasi untuk memodifikasi penciptaannya karya seni yang baru terutama baju kurung basiba.

Dalam hal ini, bundo kanduang bisa juga menghadirkan perubahan baju kurung basiba dalam bentuk modifikasi untuk memperbaharui bentuk baju kurung basiba yang akan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Memodifikasi bentuk baju kurung yang telah ada dengan memberikan warna baru yang eksklusif dan isian dengan ragam khas minangkabau sebagai aspek estetika kearifan lokal. Modifikasi yang dimaksud adalah perubahan variasi bentuk dengan tujuan untuk mendapatkan bentuk yang baru sesuai dengan selera zaman. Merujuk kepada kata modifikasi dimaknai dengan menyederhanakan bentuk dan memberikan variasi baru serta ragam hias pada perpaduan warna, tujuan lain memodifikasikan bentuk pakaian baju kurung ini adalah menghilangkan kesan kuno di mata masyarakat dan menimbulkan semangat baru bagi gadih minang bahwa baju kurung basiba juga dapat dimodernkan.

Warna sebagai yang dimaksudkan adalah dengan kehadiran hanya untuk kontras dan mempercantik permudakaan busana, kehadiran warna hanya mengikuti estetik selera zaman. Sedangkan warna sebagai simbol merupakan lambang atau melambangkan sesuatu yang bersifat tradisi atau pola umum. Kehadiran warna disini merupakan suatu kebiasaan umum serta mampu memberikan arti dari warna yang digunakan dalam balutan busa baju kurung basiba

Modifkasi baju kurung basiba sangat menarik untuk ditunjukkan guna melahirkan serta menciptakan karya baju kurung basiba modifikasi. Melestarikan dan menghadirkan kembali baju kurung basiba minangkabau sesuai dengan selera dan perkembangan zaman. Beragam bentuk mewarnai model busana zaman sekarang ini sesuai denga fungsi dan kegunaannya. Model setiap saat berubah dan berkembang seiring dengan perkembangan zaman, begitu juga halnya denga baju kurung basiba yang diprediksikan hilangnya identitas, bertahan atau berkembang. Dengan adanya modifikasi baju kurung basiba para bundo kanduang dapat melakukan sosialisasi terhadap gadih minang, sehingga para gadih minang mampu mempertahankan, melestarikan budaya minangkabau khususnya dalam berpakaian

Dari berbagai uraian diatas, tampak jelas bahwa pada saat sekarang ini bahwa budaya minangkabau mulai memudar akibat banyaknya budaya barat yang tak mampu di saring oleh kaum muda saat ini. Maka dari sini tampak jelas peran dari bundo kanduang bagaimana mampu memberikan pemahaman, wawasan serta warna baru terhadap baju kurung basiba terhadap gadih minang tentang baju kurang basiba merupakan budaya minang yang harus dilestarikan, sehingga identitas minangkabau tersebut tidak memudar atau hilang dari generasi muda sekarang.

Saat sekarang ini memang tidak mudah merubah kebiasaan kaum hawa atau gadih minang dalam berpakaian, maka dari itu perlunya suatu organisasi bagi gadih minang yang biasa di sebut dengan Puti Bungsu perlu diaktifkan dan memberikan sosialisasi, informasi serta pembinaan tentang baju kurung basiba.

Adapun bentuk modifikasi baju kuruang basiba yang dapat dilakukan oleh para Bundo Kanduang Minangkabau terhadap gadih Minang adalah seperti gambar berikut ini:

 

 

 

 

 

 

 

 

Baju basiba masa lalu, sebelum dimodifikasi

 

 Baju basiba meninggalkan masa kuno, setelah dimodifikasi

 

           

 2. Melakukan Pembinaan terhadap Gadih Minang

Pembinaan merupakan suatu masa proses belajar, hingga mencapai status mandiri. Proses belajar dalam rangka pembinaan akan berlangsung secara bertahap. Tahap-tahap yang harus dilalui tersebut adalah meliputi :

  • Tahap penyadaran dan pembentukan perilaku menuju perilaku sadar dan peduli sehingga merasa membutuhkan peningkatan kapasitas diri.
  • Tahap Transformasi kemampuan berupa wawasan pengetahuan, kecakapan, keterampilan agar terbuka wawasan dan memberikan keterampilan dasar sehingga dapat mengambil peran di dalam pembangunan.
  • Tahap Peningkatan kemampuan intelektual, kecakapan, keterampilan sehingga terbentuklah inisiatif dan kemampuan inovatif untuk mengantarkan pada kemadirian.

Dari uraian di atas, terlihat bahwa dalam melakukan pembinaan perlu adanya menanamkan rasa kesadaran dalam diri sehingga muncul kesadaran untuk mewujdkan suatu perubahan. Bundo kanduang juga harusmemberikan transformasi atau wawasan, keterampilan dalam berbusana sehingga para gadis minang tampil cantik serta menghilangkan kesan kuno dari pakaian yang digunakan.

Dalam melakukan pembinaan yang dilakukan terhadap gadis minang beberapa kegiatan yang dapat dijadikan tolak ukur dalam proses pembinaan yaitu :

 

 

  • Pengorganisasian

Bidang ini berkenaan dengan peningkatan partisipasi gadis minang yang dapat dilakukan secara efektif melalui pengorganisasian. Dapat diorganisasikan ke dalam beberapa bentuk, seperti organisasi kewilayahan yang luas, organisasi sektoral dan jaringannya atau aliansi dan koalisi. Organisasi-organisasi ini merupakan alat masyarakat untuk menyatakan kehendak mereka dan untuk mempengaruhi proses perubahan yang diinginkan.

  • Penguatan kelembagaan

                 Kegiatan ini pada dasarnya merupakan penguatan kemampuan organisasi yang telah ada dengan meningkatkan unsur : pengetahuan, keterampilan, dan sumber daya yang ada termasuk didalamnya proses perguliran, manajemen, kemandirian kelompok, norma, dan nilai yang dianut organisasi agar kegiatan kolektif menjadi lebih efektif dan efisien. Dalam penerapannya penguatan kelembagaan banyak dilakukan melalui pelatihan, keterampilan dan studi banding. Keterampilan dalam hal ini mencakup latihan kepemimpinan, penerapan organisasi dan manajemen keuangan, studi banding dilakukan untuk melihat kelompok di tempat lain yang telah berhasil meningkatkan produktivitas kerja organisasi.

  • Manajemen sumber daya

Kegiatan ini untuk menjamin bahwa kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan apabila mereka mampu mengelola sumber daya dengan baik, termasuk didalamnya adalah kegiatan-kegiatan pengembangan organisasi sosial yang dapat melakukan fungsi pelayanan sosial, seperti perumahan, pendidikan, kesehatan, rekreasi, transportasi, dan kegiatan lain yang dianggap perlu. Di samping itu organisasi ekonomi diperlukan untuk memformulasikan berbagai kegiatan ekonomi yang ada menjadi lebih beragam dan luas sehingga dapat memperluas lapangan kerja. Kegiatan konservasi dan rehabilitas lingkungan demi terciptanya pembangunan ekologi dan ekosistem juga menjadi perhatian.

Melalui kegiatan ini kita dapat melihat sejauh mana perkembangan dari kegiatan yang dilakukan dalam rangka melestrikan budaya adat minangkabau khususnya pakaian abaju kurung basiba. Dari berbagai kegiatan yang dilakukan diharapkan adanya perubahan yang didapat sesuia dengan apa yang di iniginkan, sehingga nantinya dengan adanya suatu organisasi yang dibentuk mampu mesosialisasikan kepada yang lain, sehingga kegiatan pelestarian pakaian ini tidak terfokus pada suatu kelompok.

 

 

  1. Memberikan Sosialisasi

Sosialisasi ini guna merubah pandangan kaum hawa atau gadih minang tentang baju kurung basiba yang berfikiran bahwa baju “rang saisuak “. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberikan warana baru serta memulainya dari hal yang kecil terlebih dahulu seperti lingkungan keluarga dan karib kerabat.Memberikan sosialisasi kepada gadih minang dengan cara para bundo kanduang memakai baju kurung basiba dalam kehidupan sehari-hari. Cara ini sangat memungkinkan atau memberikan celah kepada gadih minang bahwa baju kurung basiba sangat menarik dan menyenangkan untuk digunakan dalam keseharian, sehingga tidak menimbulkan dosa bagi yang melihatnya. Sehingga akan menimbulkan suatu kesan bagi para masyarakat minangkabau yang pulang ke kampung halaman merupakan kebahagiaan tersendiri bagi para perantau dimanapun berada, walaupun terlahir di luar daerah Sumatera Barat namun hatinya tetap tertaut dengan budaya Minangkabau, budaya yang terkenal dengan “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah”, daerah yang memiliki banyak bahasa, budaya dan kebiasaan. Serta terkenal dengan ke-elokan berbahasa, bertatakrama, dan berpakaian yang sampai sekarang masih mempertahankan kebiasaan memakai baju guntiang cino jo guntiang basiba yang tidak akan mereka lihat di perantauan.

  1. Memberikan pemahaman kepada mereka tentang nilai budaya

Fungsi busana bagi seseorang tidak hanya sekedar sebagai pelindung tubuh dari kedinginan atau teriknya sinar matahari, tetapi juga mempunyai fungus lain dalam struktur sosial suatu masyarakat. Dari busana yang dipakai seseorang dapat diketahui status sosial orang yang bersangkutan dalam masyarakat. Pada masyarakat minangkabau misalnya, busana adat yang dipakai oleh pemangku adat (datuk dan sutan ) berbeda dengan masyarakat kebanyakan, sehingga orang lain mengetahui secara persis status sosial pemakainya. Begitu juga dengan busana yang dikenakan oleh bundo kanduang berbeda dengan orang kebanyakan. Busana yang dipakai oleh bundo kanduang juga tidak hanya sekedar busana, tetapi dibaliknya ada makna simbolik yang serat dengan nilai-nilai yang pada gilirannya dijadikan acuan dalam kehidupan. Nilai-nilai itu adalah kepemimpinan, keteguhan dan kebertanggungjawaban, kebijaksanaan, kehematan, kerja keras, ketauladanan, ketaqwaan, pengayoman dan ketaatan.

Tentang YHOHANNES NEOLDY, ST

Seberapa besar kita mengenal diri kita sendiri, tentunya hanya kita yang tau. Kita bisa berbicara A didepan orang mengenai diri kita. tapi bisakah kita mengatkan B pada Hati kita. tentunya tidak sejujurnya kita tidak dapat membohongi hati kita. kita suka terhadap sesuatu tapi dengan berbagai pertimbnagan kita malas mengungkapakan hal tersebut….kenapa dan mengapa??? tentunya hanya kita yang tahu. apakah sebegitu memalukannya hal yang kita inginkan sehingga kita tidak berani dan enggan mengungkapkannya. …saiYah… kLo suRuh descrIbe aBouT mY seLf.. gw seNdiri biNguNg.. seTiaP haRi aDa yG beRubaH.. eNTah yG baIk ataU yaNg buRux.. yG pasti gw bUkaN oRang yaNg meNgikuTi aRus.. BiaR kaN meReka di LUaR saNa beRmaiN deNgan maiNaNnya.. aKu deNgaN maiNaN ku seNdiri.. Gw kadaNg gILa kaDang meLankoLis kadaNg juga sTatis.. haNya terKadaNg hiduP ku teRLalu draMatis tuK ku ceRitaKan.. aKu oRang aNeH yG taK peRnah teRteBak oLeh Ku sendirI keMaNa jaLan yG ku tUju..HaL baRu.. aKu peMbuRu haL baRu.. di dUNia iNi banYak haL yg beLum ku keNaL.. MuNgkiN akaN ku haBis kaN hiduP ku uNTuK iTu daN bersEraH diRi seUtuHnya pada-Nya.. peTuaLaNg.. iTu meMaNg! oRaNg yG maLang.. Ku rasa aKu iNgiN puLaNg.. ke JaLan iTu.. BUkaN meLayaNg” spRti saaT ini.. aKu aneH.. peNuh deNgan diLemaTis.. taPi aKu taU siaPa aKu.. aH ribeT.. neoldy… neoldy… saMa saJa.. sILahkaN kaLIan yG meNiLai.. sUdaH banyaK Kok yaNg meniLai.. tesTi Ku saJa yG kaLIan baca tUk mengeNaL ku.. yG kadaNg giLa kadaNg aneH.. RibeTtttttttttt!!!!!!! PokoknYa yg pEngen taU gMn gW oR6nYa cobaLah utK l3bih deKaT..deKaT..DeKaT..Dekat..terUs..Terus..TerUs bElUm DeKat.. TRus dah ah BaHaYa terLaLu dEkaT……………….”WARNING” Lagi….. Saya lebih suka memulai dari bawah dan mendaki kepuncak dari pada memulai dari puncak dan harus tetap bertahan disana. Berbagai bunga serta kerikil dalam kehidupan ini telah sering aku rasakan, baik itu dalam bentuk cemoohan, cacian, sanjungan, sindiran, pujian, bahkan ada pula dukungan serta tekanan yang membuatku semakin hidup ini menjadi lebih bisa aku maknai. Tapi semua itu hanya pandangan orang dari luar saja, hati ini tak ada yang tau aku merasakan apa saat ini, sakitkah aku, pedihkan aku, teririskah aku atau senangkah aku, bahagiakan aku, ceriakah aku itu semua hanya hatiku yang membawa kemana aku harus melangkah mencari jalan yang benar2 lurus tanpa duri2. Meski kesedihan terus menggantung pada kelopak mata ini berusaha menarik terus dengan kuat air mataku untuk keluar dan terkadang tangisan itu tak bisa ku bendung sampai tersedu-sedu. Aku berjuang dengan tangnku sendiri hanya mama dan nenek ku yang perhatian untukku. Menghormati diri sendiri, mengenal diri sendiri, mengendalikan diri sendiri. Tiga ini saja mengarahkan hidup pada kekuatan yang berddaulat. Ingatlah kebaikan seseorang pada kita Lupakan kesalahan seseorang pada kita Ingatlah kesalahan kita pada orang lain dan Lupakan kebaikan kita pada orang lain jangan berdusta bila tak ingin didustai… Ketika Seseorang melukai hatimu, tulislah diatas pasir agar terhapus angin. Bila kebaikan yang terjadi, pahatlah di atas batu agar tidak terhapus oleh angin. Saat hidup berjalan di luar rencana pasti ada sesuatu keajaiban di dalamnya. Hanya orang-orang yang bisa berfikir jernih yang akan mampu memunculkan ke ajaiban itu dan memahami bawah hidup itu misteri. Kemandirian untuk mengisi waktu muda dengan hal-hal positif dan tidak takut akan adanya perbedaan. Serta kemandirian untuk selalu melahirkan kreatifitas dan inovasi dalam mencari penyelesaian permasalahan, tanpa berharap adanya kesempatan dari orang lain. “Dan jangan terlalu cepat menilai seseorang … apalagi baru bertemu atau cuma melihat dari jauh! Kenali dulu orang itu, baru menilai! Bak pitua urang minang, “KOK NDAK TAU JO GADANG OMBAK CALIEK KAPANTAINYO, KOK NDAK TAU JO GADANG KAYU CALIK KA PANGKANYO” Kehidupan mengajarkan aku untuk bersikap bisa menerima kenyataan pengalaman mengajarkan aku akan arti kejujuran kebenaran tak akan penah terkalahkan oleh satu apapun karna saat kejujuran itu berkata maka kebenaran akan mengungkapkan semuanya salah bagi mereka yang menyalahkan kan arti kejujuran .. salah bagi mereka yang tak memperdulikan kebenaransalah untuk mereka yang menutup mata telinga hati dan pikiran untuk mengetahui kenyataan kejujuran dan kebenaran. Dalam hidup ini butuh perjuangan. Dalam hidup ini perlu pengorbanan. Dan dalam hidup ini aku harus melakukan hal yang benar meskipun berbahaya!!! CINTA KEBAHAGIAAN KASIH SAYANG PERSAHABATAN TUMBUHNYA DARI HATI YANG TULUS. Aku akan mencintai orang yang mencitaiku dan akan menjaga mereka dengan sepenuh hati tidak akan menyakitinya dan lukai hatinya karna cinta semua akan terasa indah cuman GW yang bisa ngedapetin hatinya Saat hidup berjalan di luar rencana pasti ada sesuatu keajaiban di dalamnya. Hanya orang-orang yang bisa berfikir jernih yang akan mampu memunculkan ke ajaiban itu dan memahami bawah hidup itu misteri Uang tidak akan bisa mengembalikan waktu yang telah berlalu. Setelah hari berganti, maka waktu 24jam tersebut akan hilang dan tidak akan mukin akan kembali lagi. Karena itu gunakan setiap kesempatan yang ada untuk menytakan perhatian dan kasih sayang anda kepada orang yang sangat anda sayang dan anda cintai, sebelum waktu itu berlalu dan anda menyesalinya. “Untuk melakukan suatu perubahan bukanlah tugas yg mudah. Kadang kita dihina, dicaci, diremehkan & bahkan difitnah. Kita harus berterimakasih kepada mereka untuk menunjukkan & membuktikan bahwa kita bisa. semua tantangan itu akan dapat teratasi.” Dimana kita berdiri tidak penting, yang penting mau kemana kita akan melangkah. Tentukan tujuan dari sekarang, cintai prosesnya dan mimpikan hasil terbaiknya! Berapa besar kepercayaan orang, ditentukan oleh seberapa besar kejujuran dan kredibilitas kita. Bangun kredebilitas dan tetaplah mengutamakan kebenaran hakiki yang tidak bisa ditawar lagi. Tidak peduli dengan latar belakang keluarga, yang penting kita mau melakukan sesuatu dan kita berada di jalur yang tepat dan mau tumbuh juga berkembang. Orang tua kita siapa itu tidak penting, terpenting kita mau jadi anak yang bagaimana. Tidak peduli masa lalu, yang penting hari ini, esok dan seterusnya. Tak perlu pikirkan buruknya masa lalu, hinannya kita di masa lalu, yang penting kita mau memikirkan dan berubah mulai sekarang untuk hari esok. Tidak peduli siapa diri kita di mata orang lain, yang penting kita mau melihat orang lain dari sisi terbaiknya dan mau melihat diri kita dari sisi terbaik dan terburuknya. Fokuslah pada kelebihan yang kita miliki. Sukses bukan berarti serba bisa! Buah yang akan kita petik, ditentukan dari bagaimana kita menanamnya. Lakukan yang terbaik dan tetaplah konsiten. Bagaimana sekarang kita berproses, maka inilah yang akan menentukan hasil akhir dari semuanya. Tuhan tidak pernah tidur, kuasanya tahu mana hamba-hambanya yang mau melakukan sesuatu dan bekerja keras, berdo’a dan meyakini bahwa tuhan akan ikut campur tangan untuk hal-hal yang diluar kemampuan kita. Tetaplah optimis dan lakukanlah yang terbaik. Seberapa besar mimpi kita itu tidak penting, yang penting seberapa besar sesuatu yang kita kerjakan dan seberapa tepat kita melakukannya. Timing! “Bukanlah seorang pemuda yang mengatakan INI BAPAK SAYA. Tapi pemuda adalah seorang yang mengatakan INILAH SAYA”
Pos ini dipublikasikan di Artikel. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s