Profil Yhohannes Neoldy, ST

111By: Irsal Husnur

Suasana subuh digegerkan dengan nyanyian bayi yang baru lahir. Saat alunan merdu suara azan subuh berkumandang di mesjid-mesjid selesai maka lahirlah seorang bayi laki-laki dari rahim seorang wanita bernama Fitriati Ningsih Muckhtar. Seorang bayi yang ditunggu-tunggu sejak sembilan bulan yang lalu tiada henti-hentinya mengucap syukur dan doa kepada Allah. Berkat kesungguhan hati dan perjuangan yang begitu sulit demi mengharapkan sang buah hati yang diidam-idamkan. Sabtu pagi itu juga anak pertama dari sepasang suami isteri membuahkan hasil cinta mereka selama ini. Di sebuah rumah sakit Batusangkar tanggal 27 Juli 1985. Maka dimulailah perjalanan hidup seorang bayi diatas dunia ini.
Anak itu diberi nama dengan nama dengan sangat indah dan bagus yaitu YHOHANNES NEOLDY. Editiarman sebagai kepala keluarga mendidik sang anak dengan penuh kasih sayang dan perhatian yang besar dan dari seorang Ibu. Rasa lelah bekerja dan letih, tiba-tiba saja hilang dengan kehadiran sang buah hati. Dari pagi hingga petang menjadi seorang tukang parkir tidak membuat sang Ayah patah arang dengan pekerjaannya itu. Walaupun hidup di keluarga sederhana yang sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tinggal disebuah rumah kecil di Jalan Kinantan No. 54 Jati Batusangkar, Jorong Baringin, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatra Barat-Indonesia. Walaupun demikian semua itu tidak menjadi kendala bagi mereka dan mereka masih bisa untuk makan pagi dan petang. Mereka merasakan kebahagian dan kenyamanan dalam berumah tangga. Walaupun hidup hanya pas-pasan, akan tetapi Allah melimpahkan rahamat dan berkatnya kepada hambanya. Itulah yang membedakannya dengan orang yang lain yang memiliki banyak harta akan tetapi tidak pernah merasakan tentramnya dan bahagianya saat dalam sebuah keluarga sendiri.

Yhohannes kecil semakin hari semakin besar dan sehat. Berlari kesana kemari dengan riang dan senyuman lucunya. Membuat siapa saja merasa ingin mengendongnya dan memengang pipinya. Ia pun telah bermain bersama teman-teman di sekitar rumahnya. Bahkan ia sering pergi ke tempat-tempat yang dia suka bersama teman-teman. Rasa ingin tahunya dengan dunia luar semakin membuatnya penasaran dan ingin melihat apa sebenarnya dunia itu. Hidup disebuah kota kecil di Batusangkar membuatnya sering bertemu dengan orang-orang yang berkunjung ke tempat ini. Selain mereka berdagang juga membeli segala perlengkapan yang  dibutuhkan di rumah. Dari situlah ia belajar mengenali dunia baru di luar keluarganya dan juga teman-temannya menjajahi pasar dari sudut ke sudut, hingga dia hafal bentuk dan tempat-tempat disana.
Dari sana juga ia memiliki teman-temannya yang banyak, bukan hanya dari orang-orang sekitarnya akan tetapi juga dari luar Batusangkar sendiri.
Beranjak usianya tujuh tahun dan telah memenuhi syarat untuk menimba ilmu di tempat baru. Bahkan orang tua baru disana nantinya saat dia mulai menijakan kakinya di sebuah Sekolah Dasar Negeri (SD N) 14 Batusangkar tahun 1991. Suasana yang baru, tempat baru, teman-teman baru dan bahkan orang tua baru di sekolah itu. Dengan cepat Yhohannes kecil menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan bahkan menekuni pelajaran yang diberikan guru-guru disana.

Hari-hari dilalui dengan sulit dan semakin buruk. Memasuki tahun ketiga di Sekolah Dasar tersebut, tiba-tiba saja bencana menghampiri Yhohannes kecil. Saat sepulang sekolah bersama teman-temannya dia berjalan ditengah-tengah pasar. Dia melihat sebuah mesin yang aneh dan merasa ingin tahu apakah itu sebuah benda yang bisa bergerak seperti manusia atau tidak. Karena mesin ini menelan setiap batang Tebuh yang diberikan oleh pemiknya dan mengeluarkan ampasnya serta airnya. Maka dengan penasaran yang semakin tinggi. Dia mencoba menyentuk mesin itu, akan tetapi sayang. Semua orang yang melihat terperangah sesaat dan tangan Yhohannes kecil ditarik oleh mesin itu dan mengelarkan darah segar. Hingga terdengarlah teriakan keras membuat siapa saja menoleh kepadanya.

Dengan cepat sang pemiliknya yang dari tadi tidak melihat membantu menolongnya. Untung dengan sigap dia menolong dan cepat dibawa ke rumah sakit terdekat. Berbulan-bulan Yhohannes kecil dirawat dirumah sakit ditemani kedua orang tuanya. Air mata yang tidak mampu terbendung lagi bercucuran membasahi wajah kedua orang tuanya. Hingga sedihan dan penyesalan yang mendalam merasuki pikiran dan hati mereka. Mereka merasa tidak bisa memberikan perhatian lebih dan menjaga anak pertama mereka. Hingga dia harus masuk ke dalam sebuah rumah yang paling ditakutkan oleh siapa saja dan menjadi tempat berakhirnya sebagian dari mereka.

Tahun itu menjadi tahun kesedihan bagi keluarga kecil itu. Setelah berbulan-bulan tidak masuk sekolah akhirnya terpaksa Yhohannes kecil berhenti dari sekolah. Karena dia masih sakit dan juga dia telah ketinggalan banyak pelajaran dari teman-temannya yang lain. Beberapa bulan berlalu rasa sakit itu mulai sembuh akan tetapi telunjuk tangannya yang terjepit tidak bisa diluruskan lagi. Akan tetapi semua itu tidak menjadi penghalang baginya untuk melakukan berbagai kegiatan sehari-hari. Bahkan semua itu menjadi semangat tersendiri dari dalam dirinya dengan kejadian dan kesedihan hidup tersebut.

Hari-hari yang dilalui dengan semakin buruk dan juga dia masih mengganggur sekolah. Terniat olehnya untuk membantu mengurangi beban orang tuanya. Maka berjalanlah Yhohannes kecil mencari pekerjaan di pasar sebagai pencuci piring di sebuah warung makan. Bahkan tidak cukup dengan itu dia mencoba menjualkan gorengan keliling kampung milik orang tuanya. Itu dilakukan jika pagi hari dan waktu pasar tidak ada.  Berjalan keliling kampung meneriaki jualan agar orang-orang yang mendengar membeli gorengan tersebut. Keringat bercucuran membasahi seluruh tubuhnya di tengah terik matahari yang semakin panas dan membakar kulit. Dia tidak pernah menyerah dan terus menjajahi jualan tersebut hingga semuanya habis baru dia berhenti. Semangat pantang menyerah itu menjadikannya bersemangat menjalani kehidupan yang sulit ini. Belum selesai melepaskan lelah dia langsung menuju sebuah warung untuk mengerjakan tugas mencuci piringnya di warung nasi di tengah pasar. Sore harinya dia juga menjadi anak bola di lapangan Tenis Pemda Tanah Datar, disana awalnya dia mulai berkenalan degan pejabat-pejabat Tanah Datar. Bupati Tanah Datar Bapak (Purn) TNI H. Ikasuma Hamid DtGadang Batuah selalu memberi dia motivasi lebih untuk maju. Begitulah setiap hari dari pagi hingga sore datang. Malamnya dia merasa keletihan dan beristrirahat untuk mengumpulkan tenaga kembali untuk besoknya. Padahal Ibu dan Ayahnya sudah beberapa kali memperingati dia agar tidak ikut mencari uang. Akan tetapi itu semua tidak menjadikannya berhenti dan mengeluh. Ia tetapberniat membantu mengurangi beban kedua orang tuanya.

Semua penderitaan hidup telah lengkap dia rasakan bahkan seorang anak kecil yang belum berapa umurnya harus bekerja keras membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Berbeda dengan anak-anak kecil lainnya yang selalu hidup dengan kesenangan dan berlari kesana kemari dengan riang. Tampa memikirkan apa pun, makan ini makan itu, mintak ini mintak itu semua dikabulkan tanpa menolak permintaan anak-anak mereka. Yhohannes kecil pun sadar akan panjang bayang-bayangnya dan tidak mungkin dia akan meminta sesuatu yang tidak mungkin terpenuhi.

Tahun ajaran baru pun dimulai, maka Yhohannes kecil kembali mencicipi suasana Sekolah Dasar. Walaupun berasal dari keluarga sederhana akan tetapi dengan semangat yang tinggi dan berusaha keras akhirnya dia mampu menyelesaikan sekolah dasar tahun 1997. Walaupun sempat putus sekolah akan tetapi dia tetap mampu menyelesaikannya. Dia telah memulai langkah berikutnya ke jenjang yang lebih tinggi dan sulit. Sebuah tantangan baru baginya dan juga tingkat pelajaran yang lebuh sulit dari biasanya.

Setelah namanya tertulis dari daftar-daftar penerimaan siswa yang lulus di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Negeri (SLTP) 1 Batusangkar. Maka pada saat itu juga Yhohannes kecil mulai menjelma menjadi seorang anak yang cerdas dan mampu beradaptasi dengan siapa saja. Dia mulai melakukan pembelajaran di sekolah tersebut dengan teman-teman baru dan serba baru. Semangatnya semakin berapi-api mendapatkan berbagai ilmu di tempat ini. Terbukti pada saat itu dia dipercaya sebagai ketua Palang Merah Remaja (PMR) di sekolahnya. Padahal dia baru saja merasakan suasana sekolah tersebut akan tetapi telah diberi amanah sebagai pemimpim PMR dari tahun 1997-2000.
Sampai Yhohannes tamat dari sekolah itu, jabatan itu baru lepas darinya dan diganti dengan penerusnya dibawah. Disibukan dengan tugas itu, tidak menjadi kendala bagi melakukan aktivitas lain. Dia bergabung dengan organisasi kepramukaan karena dia dari kecil sudah hobi menjelajah. Sampai dia dipercaya menjadi ketua pramuka di sekolah itu dari tahun 1998-2000. Kedekatannya dengan banyak guru dan teman-teman yang senang dari cara dia memimpin berbagai organisasi tidak menurunkan semangat belajarnya. Walaupun disibukan dengan berbagai kegiatan organisasi di sekolah malah meningkatkan belajarnya. Terbukti dia terdaftar di jejeran siswa berprestasi sepuluh besar hingga lima besar. Akhirnya Yhohannes mengakhiri masa putih biru tersebut pada tahun 2000 dengan berbagai prestasi dan kemajuan sekolahnya. Bahkan pada masa ini dia telah membuka jendela dunia dengan berbagai macam ilmu dan khusus pada bacaan tambo Minangkabau. Karena ia ingin tahu sejarah Minangkabau ini dan seluk beluknya. Dia pun berasal dari suku Korong Gadang dan Ras Minang sendiri makanya dia berusaha mencari tahu lebih jauh mengenai suku nya. Rasa keingin tahuannya yang tinggi dan mencari tahu setiap hal yang membuatnya ragu serta dengan membaca dan bertanya kepada setiap orang yang mengetahui hal tersebut. Dia pun menyaksikan hal yang ganjil pada saat sekarang ini pada pemuuda dan pemudi minang kabau yang jauh dari budaya Minangkabau tersebut. Ia pun bertekad akan mengembalikan kebudayaan Minangkabau suatu saat nantinya.

Terlahir dari keluarga sederhana dan kedua adik-adiknya yang selalu dia sayangi yaitu Taufik Neoldy dan Olga May Freti De Nendy. Bahkan mereka sering bermain bersama dan belajar bersama. Terlihat keluarga sederhana itu terus merasakan indahnya rasa kebersamaan. Hingga pada tahun 2001 Yhohannes melanjutkan sekolahnya di SMK Jaya Tama Batusangkar. Di sekolah ini dia memulai perjalanannya dan menekuni di dunia kepramukaan. Yhohannes memulai langkah awalnya dengan mengikuti latihan pengembangan kepemimpinan tingkat Kwartil cabang gerakan pramuka Tanah Datar tahun 2001.
Setelah mengikuti pelatihan tersebut Yhohanne mengaktifkan kegiatan Kepramukaan di sekolahnya dan dia dipercaya menjadi ketua pramuka SMK Jaya Tama Batusangkar dari tahun 2001-2003. Seperti biasanya guru-guru mempercayakan Yhohannes sebagai ketua OSIS SMK Jaya Tama Batusangkar periode 2001-2002. Bahkan sang Yhohannes yang semakin terampil mengembangkan organisasi yang dia pegang dan mendapatkan tawaran baru menjadi ketua Majelis Pertimbangan Kelas (MPK) Jaya Tama Batusangkar tahun 2002-2003. Pada tanggal 15-20 Juli 2002 Yhohannes mengikuti latihan dasar militer yang bekerja sama dengan SMK Elektro Jaya Tama serta Kodim 0307 Tanah Datar. Pada tahun 2001-2003 dia menjadi anggota dewan kerja cabang gerakan pramuka Tanah Datar. Dengan berbagai pelatihan dan usahanya itu terbukti membuahkan hasil yang sangat baik. Walaupun telah berusaha semaksimal mungkin mengikuti sayembara mengarang kesejarahan SLTA Negeri dan Swata se-Provinsi Sumbar dan Bengkulu tahun 2002 tidak mendapatkan peringkat. Akan tetapi dia telah terpilih menjadi salah satu peserta yang ikut terdaftar dari ribuan peserta lainnya yang sempat tidak mampu bertahan.

Beberapa bulan sesudah itu Dia diangkat menjadi ketua bidang teknik kepramukaan dewan kerja cabang gerakan pramuka Tanah Datar tahun 2003-2006. Dengan berbagai ilmu dan prestasi yang diraihnya dia keluarkan sebagai juara tiga besar di SMK Jaya Tama dan disini ini kegiatan menulisnya mulai tumbuh. Dia sering menulis berbagai artikel dan bacaan lainya yang dia suka, hingga tahun 2003 dia tamat dari sekolah itu. Dengan meninggalkan berbagai prestasi dan berbagai macam mendali dan penhargaan dari sekolah kepadanya. Hingga semua guru-guru meneteskan air mata mempersilahkan murid terbaiknya melangkah ke jenjang yang lebih tinggi lagi serta panjatan doa yang tiada henti dari semua guru.

Pada tahun 2003 dia dimintak mewakili Nagari Baringin mengkikuti pelatihan Angkatan Muda Partai Golkar selama 15 hari di Asrama Haji padang, baru 7 hari pelatihan di ikutinya dia dimintak kepala sekolahnya pulang untuk membuktikan kembali Nilai Ujian Kopetensinya, selama dua hari dia tidak mengikuti pelatihan AMPG. Akhirnya dia berhasil bersama 5 orang temanya yang lain untuk membuktikan itu dan mendapatkan Sertifikat Kovetensi. Yhohannes kembali lagi ke padang untuk mengikuti pelatihan AMPG tersebut, sepulang dari sana Dia di percaya menjadi Ketua Partai Golkar Nagari Baringin.

Setelah gagal mengikuti SPNB di tahun 2003 Yhohannes memilih untuk tidak melanjutkan Pendidikanya. Pada waktu itu dia ditawarkan Oleh Kabid Pemuda dan Olahraga Drs. Yunizar yang juga merupakan Pembina Pramukanya untuk mengikuti seleksi pertukaran pemuda antar provinsi. Mulai dari Tes tingkat Kabupaten Tanah Datar sampai tingkat Provinsi yang dia lalui, akhirnya Yhohannes berhasil masuk Kedalam 30 Peserta yang akan mengikuti pertukaran pemuda antar provinsi ke daerah Lampung, Banten, Kalimatan Barat, NTT dan Papua.

Untuk Mengisi waktu-waktu kosongnya, sepulang dari kegiatan PPAP Yhohannes dan kawan-kawan semasa sekolah dulu membentuk sebuah Himpuan Pengiat Alam Bebas dan dipercaya juga sebagai Sekretaris Himpunan Pengiat Alam Bebas (HPAB) Prasasti Tanah Datar pada tahun 2003-2008.
Yhohannes merasa bosan sekolah di Batusangkar terus dan memutuskan untuk melanjutkan perguruan tinggi di S1 Teknik sesuai arahan orang tuanya. Pada Tahun 2004 Dia mendaftarkan diri sebagai mahasiswa di Institut Teknologi Padang dengan jurusan yang di pilih yaitu Teknik Informatika. Sedangakan dia sendiri lebih tertarik ke pada jurusan Hukum dan Ilmu Politik. Dengan sedikit berat hati Dia tetap mengikuti kemauan orang tuanya. Dengan suasana yang berbeda dengan di Batusangkar, dengan cepat dia menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Berselang beberapa waktu dia diangkat menjadi ketua angkatan teknik informatika pada tahun 2004 di Institut Teknologi Padang. Dari semester ke semester nilai IP nya selalu dengan nilai yang memuaskan, karena itu Yhohannes selalu mendapat beasiswa prestasi dari kampusnya selama 4,5 tahuan. Selama Pendidikan di Institut Teknologi Padang dia juga aktif di beberapa organisasi, termasuk organisasi kemahasiswa.

Disaat libur kuliah dan di daerahnya sedang terjadi pemilihan kepala daerah, Yhohannes di tunjuk menjadi wakil sekretaris tim sukses pilkada Kabupaten Tanah Datar pasangan M. Sadhiq dan Aulizul Sui’d pada tahun 2005. Setelah Pilkada selesai dia diangkat sebagai Sekretaris AMPG Kabupaten Tanah Datar.

Pada tahun selanjutnya, bertepatan tanggal 23-24 Mei 2005 Yhohannes mengikuti lokalatih sehari rekontruksi masyarakat dalam menyusun peraturan nagari (Legal Drafing) di Kabupaten Tanah Datar. Bahkan pada tanggal 18 Desember 2004 Yhohannes mengikuti seminar sehari rekontruksi Sejarah Perjuangan Tanah Datar di Batusangkar. Untuk menambah ilmunya.

Pada bulan Juni 2006 Yhohannes terpilih sebagai ketua dewan kerja cabang gerakan pramuka Tanah Datar Periode 2006 – 2011. Pada bulan September dia mencoba mengikuti pemilihan duta wisata Tanah Datar dan dia Cuma berhasil merahi gelar Uda Duta Wisata Tanah Datar (finalis), semangatnya tidak pernah kendor, dia tetap bersemangat menjalani semua hal dan pelatihan setiap kali ada kesempatan.

Semangatnya semangkin tampak setelah mengikuti up grading menajement skill dengan tema “Peningkatan Kemampuan dan Keterampilan Pengelola Dewan Kerja Pramuka penegak dan Pendega Tingkat Kwartil Dearah 03 Sumatra Barat,”  dari tanggal 22-24 Desember 2006. Semakin menambah pelajaran dan ilmunya dalam dunia kepramukaan.

Ditahun 2007 merupakan awal karirnya. Yhohannes ditunjuk sebagai pengurus BEM ITP dengan jabatan sebagai Mentri Penelitian dan Teknologi BEM – KM ITP tahun 2007 – 2008.
Pertengahan tahun 2007 DKC yang di pimpinya keluar sebagai DKC Berprestasi Tinggi tingkat Sumatera Barat tahun 2007. Sebulan Setelah itu Yhohannes di percaya oleh ketua Kwartir cabang gerakan pramuka Tanah Datar yaitu Kakak Aulizul Syuib untuk mengikuti kegiatan Pramuka Saka Wahnabakti tingkat Sumatera Barat dan berhasi merahi Gelar Putra Rimbawan Sumatera Barat 2007. Akhirnya bersama 20 orang dia di percaya mengikuti kegitan Saka Wahnabakti tingkat nasional di Cibubur. Di cibubur seluruh Putra Rimbawan masing-masing Provinsi di bertarung untuk memperebutkan Gelar Putra Rimbawa Indonesia, Alhamdulillah Yhohannes bisa bertahan sampai lima Besar, dia sangat kecewa sekali karena jawabannya yang membuat langkahnya terhenti untuk masuk tiga besar. Sepulang dari sana dia juga mendirikan BOCILING ( Bocah Cinta Lingkungan) untuk adek-adek binananya di SLTP 1 Batusangkar dan Kembali aktif melatih Pramuka di SD N 11 kampung Baru, SLTP 1 Batusangkar dan SMA 1 Batusangkar, Karena selama 2007 dia berhenti sementara di kuliahnya. Untuk membina adik-adiknya dan demi kemajuan anak-anak bangsa.

Tanggal 6-8 Juli tahun 2007 dia juga mengukuti Gladian pramuka penanggulangan bencana berbasis masyarakat tingkat kwartil daerah 03 Sumatra barat. Pada tahun yang sama juga diadakan lokakarya pramuka penegak dan pramuka pendega kwartil daerah 03 gerakan pramuka Sumatra Barat pada tanggal 9-10 November 2007. Tahun 2007 Yhohannes bergabung dengan TIM SAR BPBD Tanah Datar. Setelah itu dia juga mengikuti pelatihan kepemimpinan pemuda tingkat Provinsi Sumatra Barat pada tahun 2008. Tahun yang sama dia mengikuti out bound management traning di Cibubur lebih kurang sepuluh hari mulai tanggal 27 Juni-7 Juli 2008. Pada tahun ini juga dia mengikuti mahir dasar gerakan pramuka Kwartil cabang 04 Tanah Datar serta setahun setelah itu mengikuti  pelatihan jurnalistik Kwartil daerah 03 gerakan pramuka Sumatra Barat bertepatan tanggal 18-20 Desember 2009.

Pada tahun 2009 Yhohannes Mengikuti Jambore persekutuan pengakap Malaka Malaysia di Malaka. Serta setahun berlalu juga mengikuti Jambore budaya serumpun Indonesia-Malaysia di Pagaruyung, Tanah Datar. Di Tahun 2010 Yhohannes Neoldy di lantik sebagai Wakil Sekretaris DPD KNPI Tanah Datar, jabatan tersebut di pegangnya sampai tahun 2013.

Tiada henti-hentinya sang Yhohannes menimba ilmu dengan berbagai kursus dan pelatihan. Bahkan kali ini dia mengikuti kursus lanjutan gerakan pramuka Kwartil cabang 04 Tanah Datar pada tahun 2010. Ditahun 2010 Yhohannes di percaya menjadi Koordinator bidang komunikasi, publikasi, informasi dan data di SAR BPBD Tanah Datar sampai 2012 akhir. Tahun Berikutnya dia mengikuti penyuluhan dan bimbingan penyebarluasan UU No. 40 tahun 2009 tentang kepemudaan selama empat hari dari tanggal 20-24 Juni 2011 di Padang. Dan pada tanggal 26-29 Juni 2011 mengikuti seminar dan rapat koordinasi kepemudaan tingkat provinsi Sumatra Barat di Padang.

Setelah mendapat bantuan dari sahabatnya untuk menyelesaikan Program Skripsinya yang berjudul Pengelolahan Data Gerakan Pramuka Berbasis WEB degan mengunakan Program PHP, Akhirnya Yhohannes mampu menyelesaikan S1-nya pada 27-juli-2011. Wisudah tersebut merupakan Kado terhindah yang di terima di hari Ulang tahunnya. Akhirnya nama Yhohannes Neoldy bertambah menjadi YHOHANNES NEOLDY, ST.

Desember 2011 Yhohannes di percaya untuk membawa kontingen Jambore pemuda KNPI se-Sumatra Barat di Ampang Kualo Kota Solok pada tahun 2011, tim yang di bawanya Berhasil Menjadi Juara Umum dalam Jambore Pemuda se-Sumatera Barat tersebut. Terakhir Yhohannes mengikuti pelatihan advokasi Komisi Penanggulangan Aids (KPA) mandiri se-Sumatara Barat di Bukittinggi pada tanggal 26 November 2011. Dan di tunjuk sebagai Pengolah Program di Komisi Penanggulangan Aids Tanah Datar.  Diawal tahun 2012 Yhohannes juga di Percaya sebagai sekretaris forum kabupaten / kota sehat Tanah Datar sampi 2015. Alhamdulillah berkat kerja sama tim yang baik forum Kabupaten Tanah Datar tersebut meraih Penghargaan kabupaten sehat kategori PADAPA tahun 2013.

Pertengahan tahun 2012 Yhohannes mengundurkan diri dari Partai Golkar dan Bergabung dengan partai Gerindra dengan Jabatan sebagai Wakil Ketua PAC partai Gerindra Kecamatan Lima Kaum. Selama empat bulan di Partai Gerindra Yhohannes di percaya kembali menjadi Ketua Pimpinan Cabang SATRIA (Satuan Relawan Indonesia Raya) Kabupaten Tanah Datar. Setelah berhasil menyelesaikan Frivikasi Partai Gerindra ke KPU Tanah Datar, Yhohannes di berhentikan dengan Hormat dari Wakil Ketua PAC partai Gerindra Tanah Datar, pemberhentian tersebut di karenakan dia diangkat menjadi Wakil Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Tanah Datar sampai tahun 2016.
Setelah terniat olehnya untuk maju sebagai Calon Anggota DPRD Tanah Datar pada Pemilihan Umum 2014 yang akan datang, di akhir 2012 Yhohannes mengundurkan diri dari Piket TIM SAR BPBD Tanah Datar, dan tetap menjadi anggota biasa TIM SAR BPBD Tanah Datar.

Saat pendaftaran calon anggota DPRD Tanah Datar Yhohannes mengambil formulir pendaftaran di Partai GERINDRA dan mendaftarkan diri di Daerah Pemilihan Tanah Datar yang meliputi Kec. Lima Kaum, Kec. Rambatan dan Kec. Batipuah Selatan. Setelah pengumuman calon tetap dari KPU Tanah Datar nama Yhohannes Neoldy, ST dengan NOMOR URUT 6 keluar di Daerah pemilihan Tanah Datar yang meliputi wilayah Kec. Sungayang, Kec. Sungai Tarab, Kec. Salimpaung dan Kec. Tanjung Baru. Saat hasil dari KPU Tanah Datar di ketahuinya, Dia Kecewa, karena tidak sesuai dengan apa yang di harapkanya, ternyata Tuhan mempunyai rencana lain. Kekecewaan tersebut tidak di rasakan Yhohannes sendiri, tetapi masyarakat yang mendukungnya di dapil IV pun merasakanya.

Dukungandan motivasi tidak henti-hentinya dia terima dari tokoh – tokoh masyarakat dan senior-seniornya di organisasi, membuat dia kembali tegar dan bersemangat untuk menjadi pejuang politik yang sesunguhnnya. Berbagai orang yang selama ini tidak dia kenal mulai dari daeranya sampai yang mempunya pengaruh di tingkat Nasional datang satu persatu memberikan dukungan dan do’a. Setelah bertemu dengna orang-orang tersebut semangat Yhohannes kembali bangkit dan dia sangat optimis akan berhasil menjadi pejuang politik tersebut dan menbawa Tanah Datar ke arah yang lebih maju.

Selain mampu mengelola berbagai organisasi Yhohannes juga berpengalaman dalam dunia kerja. Dia pernah magang tahun 2008 di PT. BPR Pagaruyung Batusangkar. Serta menjadi sekretariat gerakan pramuka Kwarcap 0304 Tanah Datar dari tahun 2008-2010. Yhohannes juga megelola data SAR BPBD Tanah Datar dari tahun 2010-2012 dan menjadi pembina pramuka di Tanah Datar.
Dengan sederet prestasi dan segudang pengalaman baik di organisasi dan dunia kerja. Dia juga beraga Islam dan belum menikah. Semoga membawa Tanah Datar menjadi salah satu daerah terkemuka dan membangkitkan kewibawaan nama Tanah Datar, Sumatra Barat dari daerah-daerah lain di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s